Ini Kuota Peserta Kartu Prakerja pada Semester I-2021

Kompas.com - 24/02/2021, 08:37 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. Moch ANTARA FOTO/AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah kembali membuka program Kartu Prakerja untuk tahun 2021 dengan memulai pendaftaran gelombang 12 pada Selasa, (23/4/2021).

Pada gelombang 12 kali ini, jumlah kuota peserta dibatasi 600.000 orang. Sementara untuk keseluruhan semester I-2021, target peserta sebesar 2,7 juta orang.

Jumlah tersebut diakomodir dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun.

"Dan ini diharapkan bisa selesai dalam bulan Maret mendatang," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers virtual.

Lalu, bagaimana dengan kelanjutan program tersebut di pertengahan hingga akhir tahun 2021?

Baca juga: Sulit Unggah Foto KTP saat Daftar Kartu Prakerja, Ini Penyebabnya

Head of Communication Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menjelaskan, pihak PMO masih menunggu kepastian anggaran untuk keberlanjutan program pada semester II tahun ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, total anggaran yang sudah definitif adalah sebesar Rp 10 triliun. Dan jumlah tersebut dialokasikan pada semester I ini dengan 2,7 juta peserta. Sementara anggaran total Rp 20 triliun yang sebelumnya sempat disebutkan masih indikatif.

"Tetapi kami masih menunggu arahan yang definitif," jelas dia.

Untuk diketahui, sama seperti tahun 2020 lalu, skema Kartu Prakerja pada pertengahan awal tahun ini adalah semi bansos.

Peserta akan mendapatkan bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, dengan insentif pelatihan sebesar Rp 600.000 yang diberikan setiap bulan dalam empat bulan.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan insentif pasca-survei masing-masing Rp 50.000 senilai Rp 150.000.

Baca juga: Berapa Lama Proses Pembuatan Sertifikat Tanah di BPN?

Adapun sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, tahun ini pemerintah menaikkan anggaran untuk Program Kartu Prakerja menjadi Rp 20 triliun. Jumlah tersebut meningkat 100 persen alias dua kali lipat bila dibandingkan dengan anggaran awal pada APBN 2021 yang sebesar Rp 10 triliun. Dengan demikian, nilai anggaran program Kartu Prakerja tahun ini sama seperti pada tahun 2020 lalu.

"Bapak Presiden memutuskan, program Prakerja dinaikkan dua kali lipat, jadi tadinya Rp 10 triliun tahun ini supaya disamakan dengan tahun lalu menjadi Rp 20 triliun, jadi kita tambahkan Rp 10 triliun," ucap Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Peningkatan anggaran untuk program Kartu Prakerja tersebut bersumber dari realokasi dan refocusing anggaran di setiap Kementerian/Lembaga.

Baca juga: Gelombang 12 Kartu Prakerja Resmi Dibuka, Simak Persyaratannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X