Lewat Aplikasi Ini, UKM Bisa Digitalisasi Operasional

Kompas.com - 24/02/2021, 08:47 WIB
Ilustrasi UMKM. SHUTTERSTOCKIlustrasi UMKM.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Crowdo meluncurkan platform digitalisasi UKM yang terintegrasi dengan teknologi Neobank.

Group CEO Crowdo Reona Shimada mengatakan, platform tersebut bisa membantu para UKM mendigitalisasi operasional mereka untuk meningkatkan produktivitas melalui integrasi operasional supply chain, dengan produk keuangan dan perbankan secara online.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi UKM Indonesia yang memainkan peran penting dalam perekonomian. Peluncuran platform dengan teknologi neobank hari ini juga menunjukkan komitmen kami untuk mendukung pemerintah untuk digitalisasi sektor UKM," ujarnya saat peluncuran platfrom Crowdo secara virtual, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Lebih lanjut dia menjelaskan, platform digitalisasi Crowdo ini juga memungkinkan UKM untuk secara mudah membuka rekening bank, mengelola semua faktur penjuala atau invoice dan purchase order secara digital, dan meminta atau menerima pembayaran cukup dengan satu sentuhan.

Dia juga mengatakan, pihaknya akan menargetkan untuk membantu basis klien UKM untuk mendigitalisasi transaksi supply chain lebih dari Rp 14 triliun dan mengakses pinjaman serta produk keuangan lainnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer Crowdo Indonesia Nur Vitriani mengatakan, melalui platform digitalisasi ini diharapkan dapat memainkan peran unik untuk mendukung tujuan pemerintah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami yakin platform ini akan menjadi game-changer bagi UKM karena merupakan platform pertama yang mengintegrasikan digitalisasi operasional dengan solusi pinjaman dan perbankan. Poin pentingnya adalah platform ini mudah dipahami, dinavigasi, dan digunakan untuk setiap pemilik bisnis, sehingga tidak ada UKM yang tertinggal karena kurangnya literasi digital," kata dia

Pihaknya juga berharap, 2021 menjadi tahun pemecahan rekor bagi bisnisnya dengan target menggandakan fasilitas pinjamannya dan mendigitalisasi Rp 14 trilliun nilai transaksi supply chain untuk basis anggotanya.

Baca juga: Ini Kuota Peserta Kartu Prakerja pada Semester I-2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X