Kompas.com - 25/02/2021, 11:36 WIB
Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) dalam konferensi pers usai bertemu pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (15/1/2021). YouTube.com/KPK RIDirektur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) dalam konferensi pers usai bertemu pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (15/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT PLN Gas & Geothermal atau PLNGG dan perusahaan daerah Provinsi Bali, PT Dewata Energy Bersih atau DEB melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait studi kelayakan kajian untuk pengembangan gas alam cairn(LNG) Terminal Bali.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

”Kami komitmen untuk terus meningkatkan penggunaan energi bersih,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Ini Rincian Biaya Pasang Listrik Baru PLN Terkini

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster juga menyampaikan tentang arah kebijakan energi dan ketenagalistrikan pemerintah Provinsi Bali yang terus mendorong energi ramah lingkungan.

“Meskipun Bali tidak mempunyai sumber daya alam dan mineral untuk pembangkitan listrik, namun keinginan kuat Bali telah sejalan dengan regulasi energi dan kelistrikan nasional yaitu menjaga alam Bali bersih mulai dari sumber atau hulu hingga ke hilir,” tuturnya.

Studi kelayakan kajian atas pengembangan bisnis LNG yang dilakukan ini diharapkan menjadi awal rencana kerja sama pengembangan infrastruktur terminal penerima dan regasifikasi LNG di Provinsi Bali antara PLN GG dan DEB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ke depan, kerja sama PLN GG dengan DEB diharapkan dapat memanfaatkan potensi bisnis pengembangan Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG di Bali beserta bisnis turunan lainnya di Provinsi Bali.

Pengembangan infrastruktur LNG Terminal Bali sendiri ditargetkan dapat beroperasi memasok gas ke pembangkit listrik tenaga diesel dan gas (PLTDG) Pesanggaran pada awal tahun 2023.

Saat ini, tantangan utama yang dihadapi dalam penyediaan pasokan gas alam adalah terbatasnya ketersediaan infrastruktur gas, khususnya infrastruktur yang terkait dengan terminal LNG termasuk transportasi LNG serta sarana pendukung lainnya.

Selain mengoptimalkan PLTDG Pesanggaran kapasitas 200 megawatt (MW), PLN juga akan melakukan relokasi pembangkit listrik tenaga gas dan uap ke lokasi Pesanggaran dengan kapasitas 300 MW.

Baca juga: Tekan Biaya Penyediaan Listrik, Pemerintah Dorong PLN Turunkan Susut Energi



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.