Kompas.com - 25/02/2021, 13:03 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bakal memberlakukan kebijakan baru dengan menghapus kode broker dan domisili dalam running trade di sistem perdagangan saham memulkan pro dan kontra.

Dalam petisi yang telah ditandatangani oleh 2.616 investor, disebutkan kebijakan BEI ini dinilai tidak berpihak dan sangat merugikan investor ritel. Hal ini mengingat, broker summary (broksum) merupakan salah satu alat yang biasanya di gunakan sebelum membeli saham oleh trader.

Menanggapi petisi itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyebut, penghapusan kode broker dan domisili dilakukan untuk mengantisipasi masalah kebutuhan bandwidth data yang menyebabkan latency atau keterlambatan dalam aktivitas trading dikarenakan meningkatnya frekuensi transaksi akhir-akhir ini. Namun biaya untuk menambah kapasitas sangat mahal.

“Menambah bandwidth tidak selalu menampung masalah. Dan ini biaya besar untuk AB juga,” kata Laksono, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Ekspansi Bisnis, BCAP Akuisisi Broker Saham di New York

Laksono mengatakan, pro dan kontra adalah wajar, namun sejauh ini mayoritas anggota bursa (AB) menyambut baik, karena memperbaiki market conduct ke depannya.

“Setiap pihak tentunya berhak memberikan pendapat dan opininya masing-masing dan BEI ber terima kasih atas input dan sarannya. Kita jalan terus dengan program kerja ini karena ini untuk kebaikan ber investasi secara baik dan benar di masa mendatang,” jelas Laksono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, investor sangat perlu untuk melihat kode broker dan tipe investor pada saat jam bursa untuk mengetahui harga pergerakan saham tersebut.

Dia bilang, kode broker dan tipe investor bisa menunjukkan siapa yang sedang membeli atau menjual suatu saham terentu, apakah asing atau lokal atau bisa juga terlihat apakah bandar atau bukan.

“Informasi kode broker dan tipe investor diperlukan untuk analisa pergerakan harga saham yang berjalan. Biasanya di BEI, asing atau bandar menggerakan harga, dan ritel mengikuti arah dari asing atau bandar tersebut,” kata Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra kepada Kompas.com.

Dengan langkah BEI menghapus kode broker dan domisili pada saat jam bursa, bisa menurunkan ketajaman analisa saat proses jual beli saham, sehingga pembelian dan penjualan saham kurang maksimal dan bisa mengakibatkan kerugian.

Baca juga: BEI Bakal Hapus Kode Broker dan Domisili dalam Running Trade, Apa Dampaknya Buat Investor?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Whats New
Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Rilis
Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Rilis
Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Whats New
Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Earn Smart
Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Rilis
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Rilis
Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

Work Smart
Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

Whats New
Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Whats New
Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Whats New
Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Earn Smart
Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.