Luhut Sebut 2 Juta Vaksin Covid-19 untuk Mandiri Masuk ke Indonesia pada Maret 2021

Kompas.com - 25/02/2021, 13:16 WIB
Sebuah vaksin COVID-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pengadaan 20 juta dosis vaksin COVID-19 kategori mandiri, di mana vaksin tersebut akan diberikan pengusaha bagi para karyawan di perusahaannya masing-masing. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASebuah vaksin COVID-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pengadaan 20 juta dosis vaksin COVID-19 kategori mandiri, di mana vaksin tersebut akan diberikan pengusaha bagi para karyawan di perusahaannya masing-masing. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan 2 juta vaksin Covid-19 jalur mandiri jenis Sinopharm akan masuk ke Indonesia, pada Maret 2021.

Vaksin Sinopharm merupakan kerja sama antara China National Biotech Group (CNBG) dan perusahaan teknologi UEA G42 serta dinas kesehatan Abu Dhabi.

"Sebanyak 2 juta (vaksin Covid-19), Maret ini masuk. Dan 3 juta harapan kita," ujar Luhut secara virtual, Kamis (25/2/2021).

 

Baca juga: Erick Thohir: Vaksinasi Mandiri Butuh 7,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Kepada UEA, Luhut meminta agar vaksin Sinopharm bisa disediakan sebanyak 30 juta dosis.

Sebab, saat ini UEA hanya mampu menyediakan maksimal 15 juta dosis untuk Indonesia.

"Kita dijanjikan tahap pertama 100.000, 5 juta, kemudian 15 juta. Terus saya bilang sama dia, bisa enggak jangan dikasih 5 juta, tapi jadi 15 juta sampai 30 juta (dosis)? Dan harus selesai sampai Juli," kata Luhut.

"Mereka bilang, oke brother, nanti saya lihat apa yang saya bisa buat. Tapi angka yang Anda minta mungkin tidak bisa 15 juta jadi 30 juta. Tapi yang pasti angka itu bisa kami dapatkan," sambung dia.

Selain itu, pemerintah optimistis, pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat hingga Juli 2021 mencapai 70 juta orang.

Baca juga: Tak Hanya Vaksin, Ini Kunci Pemulihan Ekonomi Bisa Lebih Cepat Menurut Kemenkeu

"Apa yang kita lihat ini, dari confidence, Juli-Agustus kita sudah dapat 70 juta disuntikkan (vaksin). Karena dari 34 provinsi, hanya 13 provinsi yang berkontribusi 83 persen Covid-19 di Indonesia," ucap Luhut.

Tiap harinya saja, Luhut menyebutkan, pemberian vaksin Covid-19 telah mencapai 500.000 orang. 

 

Ia berharap, jumlah orang yang divaksin per hari bisa mencapai 700.000 orang.

"Tapi saya lihat sekarang dengan Pak Budi Gunadi Sadikin, jumlah yang divaksin sudah sampai ratusan ribu per hari. Tapi kita berharap, mungkin akhir Maret ini sudah bisa 500.000 per hari. Kalau angka ini kita pelihara mendekati 700.000 sampai bulan April per hari," ujar Luhut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X