Diskon PPnBM Diprediksi Tidak Signifikan Dongkrak Penjualan Mobil

Kompas.com - 25/02/2021, 14:42 WIB
Ilustrasi mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan diskon pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil jenis tertentu diproyeksi belum akan mampu mendongkrak penjualan mobil.

Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, kebijakan yang rencananya akan berlaku secara bertahap mulai Maret mendatang itu, diproyeksi akan menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah.

Pasalnya, diskon PPnBM hanya akan berlaku untuk mobil segmen di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2.

Dengan melihat kondisi perekonomian yang masih belum pulih akibat pandemi Covid-19, Adrian meyakini, masyarakat kelas menengah ke bawah masih akan fokus menambah tabungannya dan memangkas pengeluaran yang sifatnya sekunder.

"Saya buat apa ganti mobil, lebih bagus Saya nabung uang saya di bank, Saya khawatir kalau (pandemi) ini berkepanjangan, setelah beli mobil tabungan Saya enggak ada, kalau Saya butuh tiba-tiba cash, jual mobil susah," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Promo Belanja Online Nasabah Bank Mandiri, Ada Diskon 88 Persen

Selain itu, Adrian juga menilai kebutuhan akan mobil akan sangat bergantung dengan mobilitas masyarakat. Dengan masih diterapkannya kebijakan pembatasan pergerakan di berbagai wilayah, Ia pun semakin meyakini, masyarakat masih belum tertarik untuk membeli mobil baru.

Oleh karenanya, meskipun perekonomian sudah mulai menunjukkan adanya tren pemulihan, diskon PPnBM dinilai masih belum dapat mendongkrak minat masyarakat kelas menengah untuk membeli mobil baru.

"Orang realistis, Saya melihat dari sudut pandang itu enggak yakin bahwa orang akan belanja, karena orang hati-hati dengan uangnya snediri," ucap Adrian.

Sebagai informasi, pemberian insentif PPnBM akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan. Selain itu, besaran insentif pun akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan.

Adapun rinciannya, insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua.

Baca juga: Pernyataan Tiga Orang Ini Bikin Harga Bitcoin Merosot



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Whats New
Proses Perizinan dan Pengadaan Lahan Habiskan 50 Persen Total Waktu Pengembangan Hulu Migas

Proses Perizinan dan Pengadaan Lahan Habiskan 50 Persen Total Waktu Pengembangan Hulu Migas

Whats New
Lokasi Tukar Uang untuk Lebaran Wilayah Jabodebek di BTN dan Mandiri

Lokasi Tukar Uang untuk Lebaran Wilayah Jabodebek di BTN dan Mandiri

Whats New
Para Komisaris BUMN Waskita: Eks Kapolri, Jaksa, hingga Relawan Jokowi

Para Komisaris BUMN Waskita: Eks Kapolri, Jaksa, hingga Relawan Jokowi

Whats New
Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Pria Ini  Raup Omzet hingga Ratusan Juta

Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Pria Ini Raup Omzet hingga Ratusan Juta

Whats New
Silaturahmi ke Kadin Jakarta, Arsjad Rasjid Beberkan Strategi Kunci agar Pengusaha Bisa Bangkit dari Pandemi

Silaturahmi ke Kadin Jakarta, Arsjad Rasjid Beberkan Strategi Kunci agar Pengusaha Bisa Bangkit dari Pandemi

Whats New
Lokasi Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2021 di BNI dan BRI Jabodebek

Lokasi Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2021 di BNI dan BRI Jabodebek

Whats New
Bukalapak Dapat Suntikan Modal dari Mandiri Capital Indonesia

Bukalapak Dapat Suntikan Modal dari Mandiri Capital Indonesia

Whats New
Selain TMII, Ini Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Selain TMII, Ini Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Whats New
Ambil Alih TMII, Pemerintah Rogoh Kocek Buat Asuransi

Ambil Alih TMII, Pemerintah Rogoh Kocek Buat Asuransi

Whats New
Blibli.com Buka Lowongan Kerja Untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Blibli.com Buka Lowongan Kerja Untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Whats New
Masih Bisa Daftar, Begini Cara Ajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta Secara Online

Masih Bisa Daftar, Begini Cara Ajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta Secara Online

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari ini

Rincian Harga Emas Antam Hari ini

Whats New
Imbal Hasil US Treasury Diproyeksikan Akan Bergerak Naik Terbatas, Mengapa ?

Imbal Hasil US Treasury Diproyeksikan Akan Bergerak Naik Terbatas, Mengapa ?

Rilis
Sepekan, Transaksi Harian Pasar Modal Naik 2,63 Persen

Sepekan, Transaksi Harian Pasar Modal Naik 2,63 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X