Tesla Pilih Bangun Pabrik di India, Luhut: Future-nya Ada di Sini

Kompas.com - 25/02/2021, 15:11 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara mengenai pilihan Tesla Inc membangun pabrik mobil listrik di India.

Luhut mengomentari ramainya pembicaraan publik terkait pilihan Tesla ke India, bukan Indonesia. Ia menegaskan, Indonesia masih punya peluang besar untuk dijadikan sasaran investasi.

“Yang sebenarnya orang ribut soal mobil Tesla di India, itu kan baru kejadian tahun 2025 juga. Apa itu nanti kejadian terus juga kita enggak tahu,” kata Luhut dalam dalam CNBC Economic Outlook secara virtual, Kamis (25/2/2021).

Ia menambahkan, Indonesia punya sederet kekayaan alam yang merupakan modal berharga bagi rantai produksi kendaraan listrik.

“Karena at the end, kita itu punya bauksit, cooper, nikel ore. Teknologi sekarang itu nikel ore itu, lithium baterai dimasukkan sekalian dengan kerangka daripada mobil itu dengan aluminium. Kita punya semua,” ucapnya.

Baca juga: Beberapa Sebab Kemungkinan Tesla Enggan Berinvestasi di Indonesia

Kondisi inilah yang menjadi nilai lebih Indonesia untuk perkembangan industri mobil listrik masa depan.

“Dan itu akan membuat cost lebih murah dan jarak capai karena lebih ringan lebih jauh. Jadi future-nya ada di sini,” beber mantan prajurit Kopassus ini.

Luhut bilang, sejak awal sebenarnya pemerintah tidak pernah berkoar bahwa Tesla akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Pemerintah hanya kerap menyampaikan pengumuman tentang adanya pembahasan non-disclosure agreement (NDA) antara Pemerintah RI dengan perusahaan Elon Musk itu.

“Yang benar gini, sekarang kita sudah NDA sama mereka. Jadi sebenarnya saya enggak mau ngulangi kesalahan. Kita tidak pernah bicara pabrik mobil,” urainya.

Baca juga: Soal Tesla, Luhut: Saya Tidak Pernah Bicara Pabrik Mobil!

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X