26 PLTU PLN Telah Diuji Coba Gunakan Campuran Biomassa

Kompas.com - 26/02/2021, 13:12 WIB
Petugas PLN saat mengecek kondisi pembangkit PLTU Air Anyir, Bangka. KOMPAS.com/HERU DAHNURPetugas PLN saat mengecek kondisi pembangkit PLTU Air Anyir, Bangka.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) terus melakukan uji coba penambahan biomassa sebagai bahan bakar campuran atau co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dioperasikan.

Executive Vice President Corporate Communications & CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, hingga awal tahun ini, PLN telah melakukan uji coba co-firing pada 26 unit PLTU di seluruh Indonesia, dimana 7 di antaranya telah berhasil beroperasi secara komersial, yakni, PLTU Paiton, Ciranjang, Ketapang, Sanggau, Pacitan, Suralaya dan Anggrek.

“Pada tahun 2020, PLN menargetkan sebanyak 23 unit PLTU dapat beroperasi secara komersial,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Genjot Bauran EBT, Pertamina Perbanyak Penggunaan PLTS di Fasilitas Perseroan

PLTU Asam Asam merupakan salah satu pembangkit yang diuji coba menggunakan co-firing, yang dilaksanakan pada Unit 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 65 Mega Watt (MW).

“PLTU Asam Asam merupakan penyuplai listrik besar di Kalsel dan Kalteng,” ujar Agung.

Bahan bakar biomassa yang digunakan untuk proses pengujian co-firing PLTU Asam Asam Unit 2 adalah serbuk gergaji.

Serbuk gergaji tersebut diperoleh dari beberapa industri penggergaji kayu disekitar daerah Asam Asam.

Pengujian cofiring yang telah dilakukan dengan komposisi campuran serbuk gaji 3 peraen dan 5 persen dinilai menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

Parameter operasional peralatan tetap aman selama masa ujicoba dan emisi yang dihasilkan masih dibawah Baku Mutu Emis sesuai Permen KLHK No. 15 Tahun 2019.

“Harapannya setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan ujicoba co-firing ini, ke depannya PLTU Asam Asam dapat melanjutkan cofiring ke tahap komersil, sehingga dapat mendukung secara penuh Program Transformasi PLN dalam aspek Green,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, co-firing merupakan salah satu strategi PLN untuk menggenjot kapasitas pembangki energi baru terbarukan (EBT) menjadi 16 Giga Watt (GW) pada tahun 2024.

PLN berencana untuk dapat melakukan Co-Firing pada 52 lokasi PLTU Batubara eksisting sampai dengan tahun 2024.

Baca juga: Risiko Pembiayaan PLTS Lebih Rendah Dibanding Pembangkit Listrik Energi Fosil



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X