Kompas.com - 26/02/2021, 19:34 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia terus mengalami penguatan pada beberapa pekan terakhir. Bahkan, Goldman Sachs memprediksi, harga minyak mentah akan terus naik hingga menyentuh level 75 dollar AS per barrel pada tahun ini.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dengan adanya penguatan harga minyak mentah tersebut, harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi mengalami penyesuaian. Namun, kenaikan harga hanya mungkin terjadi pada BBM non subsidi.

Namun, karena tren penguatan harga minyak baru terjadi, Mamit memproyeksikan penyesuaian harga BBM belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Dalam Setahun Terakhir

“Saya kira untuk kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax series masih mungkin terjadi tapi tidak dalam waktu dekat sepertinya,” tuturnya kepada Kompas.com, Jumat (27/2/2021).

“Biasanya badan usaha melalukan review terhadap harga itu 2 minggu sekali,” tambahnya.

Menurut dia, kenaikan harga BBM baru akan terjadi pada pertengahan Maret mendatang.

Sementara itu, untuk BBM penugasan, PT Pertamina (Persero) diyakini masih akan mempertahankan harga yang ada, sesuai aturan pemerintah yang berlaku.

Langkah tersebut nantinya akan berdampak terhadap besarnya beban keuangan pemerintah yang perlu dibayarkan ke Pertamina.

“Memang jika naik terus, nanti beban keuangan negara akan semakin berat akan dana kompensasi yang diberikan,” ucap Mamit.

Sebelumnya, Goldman Sachs memprediksikan, harga minyak mentah acuan global, Brent, akan menguat ke level 70 dollar AS atau setara Rp 980.000 (asumsi kurs Rp 14.000) per barrel pada kuartal II-2021, dan terus menguat hingga 75 dollar AS atau Rp 1,05 juta per barrel pada periode Juli-September tahun ini.

Tren kenaikan harga itu akan terjadi pada Juli mendatang, menyusul proyeksi konsumsi yang akan kembali seperti periode sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Diprediksi Tembus Rp 1 Juta Per Barrel, Ini Penyebabnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X