Kompas.com - 28/02/2021, 07:03 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Pendapatan Donald Trump sepanjang menjabat sebagai Presiden AS diperkirakan mencapai sekitar 1,6 miliar dollar AS hingga 1,79 miliar dollar AS (sekitar Rp 22,4 triliun-Rp 25,06 triliun, kurs Rp 14.000)  .

Dilansir dari Business Insider, Minggu (28/2/2021), sebanyak 620 juta dollar AS dari jumlah tersebut bersumber dari resort Mar-a-Lagonya, serta hotel yang ia miliki di ibu kota, sekaligus tiga lapangan golf di Amerika Serikat.

Trump sendiri dilaporkan telah mendonasikan sebesar 400.000 dollar AS gajinya. Namun demikian, jumlah tersebut hanyalah sepersepuluh dari keseluruhan uang yang ia dapatkan selama menjabat sebagai Presiden.

Baca juga: Penyelundupan Benur Marak, KKP Lepasliarkan Lagi Ribuan Benih Lobster

Di sisi lain, meski dirinya menghasilkan jutaan dollar AS setiap tahun, Trump hanya membayar pajak sebesar 750 dollar AS saat ia menjabat pada tahun pertama.

Laporan tersebut berdasarkan data dari Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW). Organisasi tersebut menyebut sumbangan oleh Trump sebagai daun tipis untuk menutupi korupsi.

CREW mencatat, akibat pandemi, Trump Hotel di Washington diketahui mengalami penurunan pendapatan dari 40 juta dollar AS di 2019 menjadi hanya 15 juta dollar AS setahun berikutnya. Namun hal itu tak berlaku untuk Mar-a-Lago resortnya.

Secara keseluruhan, saat ini nilai kekayaan Trump tercatat lebih sedikit dibandingkan ketika dirinya menjabat sebagai Presiden.

Baca juga: BCA Imbau Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe ke Chip Secepatnya

 

Pada tahun 2020 lalu. Forbes sempat mencatat Trump berada pada posisi 352 dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat, lebih rendah dibanding nomor 275 setahun sebelumnya. Trump mengalami penurunan kekayaan dari 3,1 miliar dollar AS menjadi 2,5 miliar dollar AS.

Forbes mencatat, Trump saat ini tengah terlilit utang. Sebab, Trump menggelontorkan jutaan dollar AS pada tahun 2020 untuk donasi kampanye kepada Trump Organization.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkop Teten Optimis Minyak Makan Merah Diluncurkan Januari 2023

Menkop Teten Optimis Minyak Makan Merah Diluncurkan Januari 2023

Whats New
Cara Beli Solar Subsidi Pakai QR Code MyPertamina

Cara Beli Solar Subsidi Pakai QR Code MyPertamina

Whats New
Lowongan Kerja Bank DKI untuk Lulusan D3-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Bank DKI untuk Lulusan D3-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Berlaku di 11 Daerah, Beli Solar Subsidi Kini Wajib Pakai Qr Code MyPertamina

Berlaku di 11 Daerah, Beli Solar Subsidi Kini Wajib Pakai Qr Code MyPertamina

Whats New
Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Whats New
[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

Rilis
Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Whats New
Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal 'No Work No Pay'

Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal "No Work No Pay"

Whats New
Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Spend Smart
PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

Whats New
Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Whats New
Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Whats New
Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Whats New
Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Whats New
Bakal Ada Rupiah Digital, Perbanas: Bank Akan Jadi Distributor

Bakal Ada Rupiah Digital, Perbanas: Bank Akan Jadi Distributor

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.