Kompas.com - 28/02/2021, 07:48 WIB
Petugas pelayanan PT PLN (Persero) Kendari melakukan pengecekan di rumah warga yang direncanakan pemasangan baru di Desa Leppe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (14/1/2021). JOJONPetugas pelayanan PT PLN (Persero) Kendari melakukan pengecekan di rumah warga yang direncanakan pemasangan baru di Desa Leppe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (14/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan tahun Indonesia merdeka, masih ada desa-desa yang hidup dalam gulita. Salah satunya Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Ratusan purnama rumah mereka hanya diterangi cahaya pelita. Anak-anak sekolah belajar dengan penerangan seadanya. Mata pedih harus dirasa lantaran terkena asap dari cahaya pelita.

Padahal, desa ini terletak di depan beranda NKRI, berbatasan lansung dengan Timor Leste.

“Paling sulit itu adalah soal ekonomi mereka. Hasil kerajinan yang ada dan yang jadi dominan di sini adalah tenun dan anyaman,” kata Kepala Desa Silawan, 44 Tahun, Ferdi Mones dikutip dari kanal YouTube resmi Presiden Joko Widodo.

Baca juga: 26 PLTU PLN Telah Diuji Coba Gunakan Campuran Biomassa

Namun, kini warga Desa Silawan telah menikmati terang di malam gulita lantaran dana desa dibantu dengan PLN. Saat malam hari anak-anak kecil juga bisa belajar.

Kondisi yang berbeda sebelum Desa Silawan menikmati listrik. Anak-anak hanya bisa belajar sampai jam 6 sore saja. Ketika ada ujian, anak-anak harus belajar di malam hari nenggunakan lampu pelita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita kasihan anak-anak, yang pertama karena mata, pengaruh mata, kedua anak-anak malas, kurang terang kadang-kadang mereka tidak mau belajar,” terangnya.

Maklum, belajar menggunakan lampu pelita membuat mata mereka perih. Kini dengan listrik, aktivitas belajar kini sangat terbantu. 

Baca juga: Tekan Biaya Penyediaan Listrik, Pemerintah Dorong PLN Turunkan Susut Energi

"Sekarang anak belajar nyaman, bisa nonton televisi, dulu charger ponsel harus di kantor desa," ungkap Ferdi.

Selain itu, adanya listrik juga membuat masyarakat Desa Silawan bisa menenun di malam hari. Tenun memang menjadi sumber pengahasilan bagi warga Desa Silawan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.