Optimalkan 200 SRG, Kemendag Dorong Pembiayaan dari Perbankan

Kompas.com - 28/02/2021, 12:14 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga. DOK. Humas KemendagWamendag Jerry Sambuaga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membangun sekitar 200 sistem resi gudang (SRG) di sejumlah daerah. Tujuannya untuk menjadi penyangga ketersediaan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan penting maupun strategis lainnya.

Kendati demikian, sebagian SRG tersebut masih belum berfungsi sebagaimana mestinya karena masalah pembiayaan. Oleh karena itu, Kemendag pun berupaya menjalin kerja sama dengan sektor perbankan untuk mengembangkan SRG.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, salah satu perbankan yang diajak berkolaborasi adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca juga: Belum Dapat Kerja? Pakai 5 Cara Ini Untuk Raup Uang

 

Menurutnya, bidang bisnis bank pelat merah itu berkaitan erat dengan SRG, khususnya di sektor pertanian, peternakan dan kegiatan ekonomi rakyat lainnya.

“Tentu tidak membatasi hanya BRI saja, semua bank yang berminat tentu akan diterima. Tetapi BRI memang sudah lama terjun dalam pembiayaan ekonomi rakyat dan UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Jerry mengungkapkan, SRG memang banyak bersentuhan dengan ekonomi kerakyatan. Dalam fungsinya sebagai penyokong ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga, SRG menggarap beberapa komoditas penting seperti bawang merah, cabai, beras, daging ayam, dan lain-lain.

Fungsinya menggantikan peran tengkulak. Pada sisi produsen, misalnya petani atau peternak, bahan pokok dibeli oleh pengelola SRG dengan harga yang baik.

SRG mengelola sistem logistik bahan pokok itu agar harganya tidak jatuh saat panen raya atau naik tinggi saat sedang musim tanam.

Baca juga: Miliarder asal India Ini Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia

“Jadi SRG ini fungsinya sangat penting di semua layer. Ini bisa membantu produsen mendapatkan harga yang wajar, tidak fluktuatif dan tidak dipermainkan oleh tengkulak. Dari mata rantai pasokan, ini menjamin ketersediaan barang dan keterjangkauan harga. Bagi ekonomi nasional fungsinya lebih banyak lagi.” paparnya.

Mengingat pentingnya fungsi SRG, maka Kemendag pun tengah berupaya agar semua SRG yang ada bisa berfungsi optimal. Artinya tak hanya dalam memenuhi fungsi sosial tetapi juga fungsi bisnis.

Menurut Jerry, memang harus ada sisi bisnis pada SRG, tetapi ini adalah bisnis sosial, semacam social entrepreneurship untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Jadi harus imbang antara keduanya, sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X