Kompas.com - 01/03/2021, 16:32 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (12/12/2019) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAKepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (12/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia mencapai 31,33 juta ton pada 2020.

Realisasi itu naik tipis 0,07 persen atau 21.460 ton dari produksi beras di 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

"Produksi beras 2020 hampir sama dengan 2019, walaupun naik tipis tapi tidak signifikan secara statistik. Ini capaian yang menggembirakan dan menyebabkan harga beras selama 2020 stabil," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Baca juga: BPS: Inflasi Februari Melambat, Permintaan Domestik Masih Lemah

Adapun produksi beras tertinggi pada tahun lalu terjadi di bulan April sebanyak 5,60 juta ton.

Sementara produksi beras terendah terjadi di bulan Januari sebesar 930.000 ton.

Peningkatan produksi beras itu pun sejalan dengan naiknya produksi padi yang sebanyak 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG) di 2020, lebih tinggi 0,08 persen atau 45.170 ton dari produksi di 2019 yang sebesar 54,60 juta ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suhariyanto menjelaskan, kenaikan produksi padi yang relatif besar pada tahun lalu terjadi di Provinsi Lampung, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Selatan.

Sementara provinsi dengan produksi padi terendah adalah Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

Baca juga: BPS Sebut Bansos Bantu Tekan Lonjakan Angka Kemiskinan

Kendati demikian, luas panen padi di 2020 mengalami penurunan tipis 0,19 persen atau 20.610 hektar, menjadi seluas 10,66 juta hektar dari tahun sebelumnya sebesar 10,68 juta hektar.

Menurut Suhariyanto, penurunan ini disebabkan tingginya curah hujan pada awal musim tanam di 2020, sehingga membuat luas panen di bulan Februari dan Maret turun cukup signifikan.

Alhasil, penurunan produksi padi terjadi pada musim atau subround Januari-April mencapai 15,91 persen atau menjadi sebesar 3,78 juta ton GKG.

Namun, kondisi itu diimbangi dengan kenaikan produksi padi 6,04 persen pada Mei-Agustus menjadi sebesar 1,14 juta ton GKG.

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Minus 2,07 Persen

Kemudian, pada September-Desember 2020 naik 22,54 persen menjadi sebesar 2,68 juta ton GKG.

"Meski luas panen turun tipis tapi produksinya naik tipis, karena adanya kenaikan produktivitas di beberapa provinsi. Ini yang menyebabkan harga beras tahun 2020 sangat terjaga dan stabil, tidak memberikan andil pada inflasi," tutup Suhariyanto.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.