Kompas.com - 02/03/2021, 11:11 WIB
Peruri KONTANPeruri

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Peruri melakukan pengiriman perdana uang kertas Soles ke Peru sebanyak 30 juta bilyet. Adapun total pesanan dalam kontrak tender yang telah dimenangkan Peruri sebanyak 520 juta bilyet.

Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan, keberhasilan Peruri memenangkan proyek pencetakan uang Soles Peru bukan sesuatu yang mudah dan instan. Pihaknya mulai berkomunikasi dengan otoritas terkait di Peru sejak 2012 melalui Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI untuk Peru dan Bolivia.

Kemudian pada 2019, Peruri mengikuti tender proyek pencetakan uang Soles Peru dan berhasil memenangkan tender mengalahkan perusahaan-perusahaan kelas dunia lainnya yaitu Gisecke & Devrient (Jerman), Oberthur (Perancis), De La Rue (Inggris), Goznak (Rusia) dan PWPW (Polandia).

Baca juga: Soal Proyek yang Disinggung Ahok, Ini Jawaban Bos Peruri

“Pencapaian ini sangat menggembirakan bagi seluruh insan Peruri. Tentu saya sangat senang karena pada akhirnya kita bisa sampai ke tahapan terakhir yaitu pengiriman produk. Hal ini tidak mudah karena harus mengirimkan produk dengan kondisi jarak geografis yang cukup jauh. Tentu kami berharap ini bisa berjalan dengan baik dan membuktikan bahwa Peruri sebagai world class company yang memiliki kemampuan sejajar dengan perusahaan-perusahaan terbaik di dunia,” ujar Dwina dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3/2021).

Lebih lanjut Dwina menjelaskan, uang kertas Soles Peru dicetak melalui tahapan yang sangat rumit. Sebab, menggunakan berbagai fitur sekuriti dan teknologi pencetakan uang kertas terkini.

Selain itu pada aspek desain, uang kertas Soles Peru memiliki nilai estetis yang tinggi serta gambar yang sangat detail.

Desain tersebut harus diterjemahkan melalui proses pembuatan artwork dan origination. Proses ini dikerjakan menggunakan teknik dan teknologi terbaik yang seluruhnya dilakukan oleh sumber daya Peruri.

Dalam pencetakan uang kertas Soles Peru ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan Peruri mencapai 70 persen, meliputi penggunaan tinta yang diproduksi oleh PT Sicpa Peruri Securink (PT SPS) dan material supporting lainnya.

PT SPS sendiri merupakan perusahaan afiliasi antara Peruri dengan perusahaan asal Swiss, Sicpa, sebagai salah satu perusahaan tinta sekuriti terbesar di dunia.

“Keinginan Kementerian BUMN untuk terus menjalankan visi BUMN Go Global merupakan sebuah keharusan di tengah persaingan ekonomi internasional yang sangat ketat saat ini. Saya apresiasi pencapaian dari Peruri yang mampu menjalankan strategi agresif dan kompetitif dengan mengungguli perusahaan-perusahaan berkelas dunia lainnya untuk memenangkan tender multiyears pencetakan mata uang negara Peru,” kata Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan.

Baca juga: Peruri Kembali Ekspor 1 Juta Paspor ke Sri Lanka



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X