Bitcoin Dinilai Bisa Jadi Mata Uang untuk Perdagangan Global

Kompas.com - 02/03/2021, 12:32 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Bank sekaligus penyedia jasa keuangan asal Amerika Serikat, Citi, menyatakan bitcoin saat ini tengah menapaki langkah untuk bisa menjadi salah satu mata uang dalam perdagangan internasional.

Dilansir dari CNBC, Selasa (2/3/2021) hal tersebut didasarkan pada banyaknya perusahaan yang mulai menyatakan bakal menggunakan bitcoin sebagai salah satu alat transaksi, seperti Tesla dan PayPal. Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, juga baru saja membuat pernyataan bakal menerbitkan mata uang digital.

"Terdapar banyak risiko dan tantangan yang menghambat kemajuan bitcoin," jelas bank tersebut dalam sebuah catatan tertulis.

"Masa depan bitcoin masih tidak pasti, namun perkembangan yang terjadi dalam waktu dekat yang bakal menetukan titik baru bitcoin apakah akan bisa diterima secara mainstream, atau hanya menyebabkan ledakan spekulatif," ujar Citi.

Pernyataan Citi tersebut menunjukkan adanya perubahan kecenderungan pandangan dari institusi keuangan besar terhadap bitcoin. Banyak bank yang sebelumnya memandang sebelah mata aset digital. Menurut mereka, aset digital tidak memiliki nilai yang pasti. Selain itu, tren yang terjadi saat ini tak lain hanyalah fenomena bubble atau gelembung yang siap meletus kapanpun.

Baca juga: Pernyataan Tiga Orang Ini Bikin Harga Bitcoin Merosot

Namun demikian, kinerja bitcoin yang cenderung menguat dalam beberapa bulan terakhir membuat pemain-pemain besar Wall Street mulai mengubah posisi mereka terhadap mata uang digital tersebut.

Salah satu bank tertua di Amerika Serikat, BNY Mellon, bulan lalu menyatakan bakal menawarkan jasa penyimpanan untuk bitcoin dan mata uang digital lain. Sementara itu, JPMorgan baru-baru ini juga menyatakan mulai mempertimbangkan secara khusus mengenai penggunaan aset bitcoin.

Harga bitcoin dan aset kripto lainnya sejatinya sangat bergejolak. Hanya dalam waktu satu pekan, harga bitcoin yang sebelumnya mencapai titik tertinggi di 58.000 dollar AS atau sekitar Rp 812 juta per keping, sebelum akhirnya harganya merosot hingga 10.000 dollar AS.

Namun demikian, harga bitcoin tersebut masih naik 60 persen sepanjang tahun ini, dan meroket hingga 460 persen dalam satu tahun belakangan.

Baca juga: Ingatkan Harga Bitcoin Terlampau Tinggi, Harta Elon Musk Langsung Merosot Rp 210 Triliun



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X