Luas Panen Padi Turun 20.610 Hektar, Kementan Sebut karena Alih Fungsi Lahan

Kompas.com - 02/03/2021, 15:14 WIB
Ilustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali. SHUTTERSTOCK/ROBERT HAANDRIKMANIlustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan luas panen padi sebesar 20.610 hektar atau 0,19 persen, menjadi 10,66 juta hektar pada 2020 dari sebelumnya 10,68 juta hektar pada 2019.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun mengakui adanya penurunan luas panen pada tahun lalu.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, salah satu faktor yang menjadi pemicu turunnya luas panen padi adalah alih fungsi lahan.

"Ada beberapa faktor pemicunya seperti alih fungsi lahan maupun perubahan preferensi komoditas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Waktunya Beli Obligasi Negara Mumpung Harganya Turun

Kendati demikian, penurunan luas panen itu tidak mempengaruhi produksi gabah dan beras yang tetap mengalami peningkatan tahun lalu. Suwandi menilai, hal itu menunjukkan bahwa upaya peningkatan produktivitas cukup membuahkan hasil.

“(Upaya peningkatan produksi) bisa lewat perbaikan agroinput, mekanisasi, dan penanganan pascapanen yang mampu menekan losses,” kata dia.

Pada tahun 2020 produksi padi memang tercatat mencapai 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG). Realisasi itu naik tipis 0,08 persen atau 45.170 ton dari produksi padi di 2019 yang sebesar 54,60 juta ton.

Bila dikonversikan menjadi beras, maka sepanjang 2020 produksi beras mencapai 31,33 juta ton. Realisasi ini naik tipis 0,07 persen atau 21.460 ton dari produksi beras di 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan luas panen terjadi akibat tingginya curah hujan pada awal musim tanam di 2020. Hal itu terlihat dari luas panen di bulan Februari dan Maret yang turun cukup signifikan.

Baca juga: Ada Aturan Baru, Benarkah Upah Cuti Pekerja Tidak Dibayar?

Pada Februari luas panen mencapai 470.000 hektar, lebih rendah dari realiasi Februari 2019 yang seluas 730.000 hektar. Lalu di Maret luas panen mencapai 1,19 juta hektar, jauh di bawah panen pada Maret 2019 yang seluas 1,72 juta hektar.

"Karena waktu itu ada curah hujan yang cukup tinggi sehingga berdampak pada pertanaman padi," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, peningkatan produksi di tengah penurunan lahan panen dikarenakan adanya kenaikan produktivitas padi di beberapa provinsi, yakni Lampung, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Selatan, sehingga produksi beras pun memadai.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Luas Panen Padi Turun 20.610 Hektar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X