Jadi Bank Digital, Bank Neo Commerce Sasar Generasi Milenial

Kompas.com - 03/03/2021, 10:30 WIB
Bank Neo Commerce (dok. BNC) Bank Neo Commerce (dok. BNC)
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adopsi digital di tahun 2021 yang semakin masif mendorong lahirnya beragam bank digital yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi tanpa perlu hadir langsung ke bank.

Di berbagai lini kehidupan, masyarakat juga semakin teredukasi dan terbiasa berinteraksi dengan teknologi di kehidupan sehari-hari.

Melihat kebutuhan tersebut, Bank Neo Commerce (BNC), sebagai transformasi dari Bank Yudha Bhakti, hadir dengan identitas baru memperkenalkan konsep bank digital bagi masyarakat, terutama milenial.

“Dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini, yang mana proyeksi populasi produktif milenial usia 21 hingga 36 tahun berjumlah sekitar 63,5 juta orang di tahun 2020, hal ini menjadikan milenial sebagai mesin pertumbuhan yang signifikan untuk perekonomian Indonesia,” kata Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan dalam siaran pers, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Ada Diskon PPnBM dan PPN, BRI Optimistis Kredit Tumbuh 6-7 Persen

Dengan pengalaman perbankan lebih dari 30 tahun yang dipadukan dengan sektor teknologi finansial dari Akulaku, Bank Neo Commerce ingin mewujudkan pengalaman perbankan baru bagi masyarakat.

Adapun salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah kerja sama dengan berbagai penyedia layanan teknologi terkemuka di dunia, diantaranya dengan Huawei, Sunline, dan Tencent Cloud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pengalaman baru yang kami tawarkan, dituangkan melalui peningkatkan berbagai infrastruktur digital, sehingga proses transaksi dapat lebih seamless dan juga guna mengantisipasi pertumbuhan jumlah nasabah secara eksplosif, dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan kerahasiaan data nasabah,” kata Tjandra.

Tjandra mengatakan, transformasi yang terjadi pada BNC tidak hanya terlihat dari kulit luar dengan perubahan nama, tapi juga meliputi perubahan fundamental yang tercermin dari perubahan bentuk layanan dari sebelumnya konvensional menjadi digital.

“Kami menyebutnya dengan Neo Bank atau Bank Neo. Digitalisasi perbankan yang kami sasar adalah benar-benar merombak pondasi perbankan kami yang sebelumnya tradisional menjadi digital secara bertahap,” ucap Tjandra.

Perubahan ini juga meliputi jenis layanan, cara melayani dan berkomunikasi dengan nasabah, yang mana dengan perubahan ini juga berarti akan menjangkau lebih luas pangsa pasar ke generasi muda yang sudah terbiasa dengan paparan teknologi.

Baca juga: Cari Informasi soal BLT UMKM? Ini Call Center dan Nomor WhatsApp yang Bisa Dihubungi



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.