Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Kompas.com - 03/03/2021, 13:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peresmian Masjid Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peresmian Masjid Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik izin investasi pendirian pabrik minuman keras atau miras jadi kegaduhan nasional. Ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Di dalam Perpres tersebut, memuat lampiran yang menyatakan pemerintah membuka peluang sebesar-besarnya investasi pendirian pabrik miras di daerah tertentu. Namun belakangan, Presiden Jokowi mencabut lampiran peraturan investasi miras tersebut.

Di media sosial, polemik minuman beralkohol ikut membuat kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan pembuat bir, kembali mencuat ke publik.

Saham Pemprov DKI yang dimaksud adalah kepemilikan di PT Delta Djakarta Tbk. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen bir ternama di Asia Tenggara.

Baca juga: Izin Investasi Miras Dicabut, Kepala BKPM Minta Publik Stop Perdebatan

Isu saham Pemprov DKI di Delta Jakarta juga sempat santer terdengar bersamaan dengan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol yang berlangsung di Baleg DPR RI pada November tahun lalu.

Lalu, bagaimana sejarah kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk?

Dikutip dari laman resmi Delta Djakarta, Rabu (3/3/2021), kepemilikan saham mayoritas perusahaan tersebut saat ini dikendalikan oleh San Miguel Malaysia Pte Ltd.

San Miguel Malaysia terafiliasi dengan San Miguel Group yang merupakan konglomerasi bir asal Filiphina. Di Delta Jakarta, San Miguel menggenggam mayoritas atau jadi pengendali saham sebesar 58,33 persen atau setara 467 juta lembar saham.

Baca juga: Siapa yang Bujuk Jokowi Buka Investasi Miras?

San Miguel juga tercatat menjadi salah satu perusahaan pembuat minuman beralkohol terbesar di dunia. Pangsa pasar terbesarnya berada di China, Hong Kong, dan Filiphina.

Sementara Pemprov DKI Jakarta menguasai 26,25 persen saham atau yang terbesar kedua di Delta Djakarta atau sebesar 210 juta lembar saham. Saham sisanya dimiliki publik dengan persentase sebesar 15,42 persen.

Keuntungan Pemprov DKI Jakarta

Meski jadi kontroversi, sebenarnya Pemprov DKI Jakarta cukup diuntungkan dengan kepemilikan saham di pembuat bir Anker tersebut.

PT Delta Djakarta Tbk merupakan perusahaan yang terbilang hampir rutin mencetak untung setiap tahunnya. Setoran dividen juga terus mengalir ke pemegang sahamnya.

Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X