Kompas.com - 03/03/2021, 18:21 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memberikan opsi tambahan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Instrumen bernama Indonesia Investment Authority (INA) itu diproyeksikan mampu menarik minat investor menanamkan modalnya dalam bentuk ekuitas, sehingga mampu mengurangi beban utang pemerintah dalam melakukan pembiayaan.

"Diharapkan kita akan memiliki kemampuan menambah modal untuk pembangunan tanpa meningkatkan risiko utang,” kata Sri Mulyani dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Defisit APBN Indonesia Lebih Baik Dibandingkan India hingga Malaysia

Menurut wanita yang akrab disapa Ani itu, saat ini pemerintah masih masih mengandalkan pembiayaan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), khususnya di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Padahal, pada saat bersamaan pemerintah masih perlu mengucurkan anggaran belanja untuk melanjutkan proyek-proyek pembangunan lainnya.

Oleh karenanya, Ia berharap, kehadiran LPI dapat menjadi opsi baru terhadap pembiayaan proyek pemerintah.

"Kita akan menggunakan instrumen di bidang LPI sebagai salah satu wadah bagi kolaborasi, melanjutkan pembangunan dengan melalui ekuitas atau mengurangi ekspor utang," ujarnya.

Baca juga: Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, kehadiran LPI juga akan melengkapi kemampuan pemerintah untuk menarik investasi dari luar negeri.

"Pemerintah terus mendiversifikasi instrumen investasi, salah satunya pembentukan LPI ini,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X