Sandiaga Uno: 55 Juta Kelas Menengah RI Sangat Mampu Ingin Berwisata

Kompas.com - 04/03/2021, 16:18 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Screet Garden Village, Bedugul, Tabanan, Jumat (12/2/2021). Kompas.com/ Imam RosidinMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Screet Garden Village, Bedugul, Tabanan, Jumat (12/2/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kembali buka suara mengenai upaya pemulihan sektor pariwisata.

Ia mengaku optimis pariwisata dan ekonomi kreatif segera bangkit seiring program vaksinasi Covid-19 dan berbagai kebijakan pemerintah terkait sektor pariwisata. Pasalnya, Indonesia punya modal berharga dari segi permintaan.

“Ada wisatawan nusantara yang saya sebut wisdom, wisatawan domestik. Ini adalah kearifan, kebijaksanaan kita,” ujar Sandiaga Uno dalam diskusi Forwada bertajuk “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwista Nusantara” pada Kamis, (4/3/2020).

Sejalan dengan itu, jumlah wisatawan domestik yang ingin berwisata menurutnya juga cukup potensial.

Baca juga: Optimistis Bioskop Bangkit, Sandiaga Uno: Bisa 100 Juta Penonton pada 2025

“Kita punya lebih dari 55 juta warga kelas menangah yang sangat mampu dan ingin berwisata. Oleh karena itu kita mendorong bangga berwisata di Indonesia, program yang bersama-sama bangga buatan Indonesia, menjadi hastag #diindonesiaaja,” tandasnya.

Potensi pasar domestik ini perlu didorong mengingat pasar wisatawan mancanegara tengah lesu. Dampak pandemi ini memang membuat kunjungan wisata dari luar negeri merosot drastis.

“Dulu kita fokus banget mengejar Thailand, Malaysia dengan berjuta-juta wisatawan internasional atau asing, nah itu saya singkat wising. Saat sekarang wising itu kita masih berharap terus, tapi karena Covid-19 ini kita harus ada kalibrasi,”urainya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan, untuk mendorong kunjungan wisatawan asing maupun domestik saat ini tidak terlepas dari pademi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua. Karena itu, pengendalian angka penularan Covid-19 menjadi perhatian serius.

“Saat ini PPKM mikro yang dijalankan pemerintah telah cukup sukses menekan angka penularan Covid-19 secara signifikan, dari 15 ribu per hari sampai di angka 5 ribu per hari. Ini menjadi suatu angin segar agar kita lebih disiplin dalam mematuhi PPKM mikro,” ujarnya.

Baca juga: Ini Kunci agar UMKM Dapat Mendunia Versi Sandiaga Uno

Sejalan dengan itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga terkait. Kolaborasi itu harus dijalin dengan berbagai instansi seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Satgas Covid-19, Kemenetrian Kesehatan, dan Kemenetrian Perhubungan serta juga elemen masyarakat dan dunia usaha.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X