Luhut Targetkan 6 Pembangunan Infrastruktur di Yogya Rampung pada 2024

Kompas.com - 05/03/2021, 09:29 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan, seluruh percepatan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rampung pada 2024.

Terdapat enam pembangunan infrastruktur yang harus segera diselesaikan.

Proyek tersebut yakni pembangunan kendali banjir di sekitar kawasan Bandara Internasional Yogyakarta, percepatan jalan tol terintegrasi dengan kawasan pariwisata, Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro, Kartamantul dan Banyusoco.

Baca juga: Luhut: Jangan Semua Impor

Fokus berikutnya adalah tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan, dan terakhir Kawasan Aerotropolis, Kawasan Stasiun Tugu, Kawasan Stasiun Lempuyangan serta Kawasan Strategis Nasional (KSN) Gunung Merapi.

Pernyataan ini ia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi Green Infrastructure, Pengembangan Wilayah, dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi DIY.

"Kita perlu mengusahakan agar pembangunan-pembangunan ini dapat selesai tahun 2024, sekalipun nantinya memerlukan pengembangan lebih lanjut. Saya berpesan agar pembangunan infrastruktur harus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan," kata Luhut melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (5/3/2021).

Fokus pembangunan pertama adalah pengendalian banjir di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Baca juga: Disinggung Luhut dalam Rapatnya, Apa Itu Gempa Megathrust?

Manfaat proyek ini diharapkan mampu melindungi dan mengamankan kawasan strategis bandara dari banjir seluas 600 hektare (Ha), serta kawasan pertanian dan pemukiman seluas 2.000 Ha.

Selain itu, kata Luhut, diperlukan penyediaan alternatif moda transportasi kereta api bandara untuk memudahkan akses ke Bandara YIA.

Luhut juga meminta agar Jalan Tol Jogja-Bawen, Solo-Jogja-Kulon Progo, Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), Jalan Temon-Borobudur, dan Jalan Prambanan-Gading, dipercepat pembangunannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X