Cegah Predatory Pricing, Mendag Bakal Atur Diskon E-commerce

Kompas.com - 05/03/2021, 12:48 WIB
Ilustrasi digitalisasi bagi UMKM. DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi digitalisasi bagi UMKM.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan bakal segera mengelurkan aturan mengenai pemberian diskon di platform e-commerce. Tujuannya, untuk mencegah predatory pricing dan menciptakan keadilan pada perdagangan digital.

Predatory pricing adalah strategi penjualan dengan mematok harga yang sangat rendah sehingga menarik pembeli, tujuannya untuk menyingkirkan pesaing dari pasar dan mencegah pelaku usaha lain masuk ke pasar yang sama.

"Masalah harga itu adalah kesepakatan penjual dan pembeli, tetapi untuk urusan diskon ini kita akan regulasi," ungkap Lutfi dalam konferensi pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Unicorn E-Commerce Bakal IPO Tahun Ini, Begini Persiapan BEI

Dia menjelaskan, melalui regulasi itu Kementerian Perdagangan ingin transaksi yang terjadi di perdagangan digital sesuai dengan asas dan aturan yang berlaku di Indonesia. Di mana adanya persaingan yang sehat antara penjual.

Dalam hal ini, praktik curang perdagangan seperti predatory pricing melalui subsidi harga, dumping dan sejenisnya yang merusak pasar dilarang di Indonesia.

“Jadi tidak bisa sembarangan dengan alasan diskon, perusahaan-perusahaan digital ini men-deploy (menyebarkan) predatory pricing. Alasannya diskon tapi sebetulnya mereka melaksanakan predatory pricing,” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lutfi memastikan, perusahaan-perusahaan e-commerce nantinya tidak bisa lagi sembarangan memberikan diskon dan membantingkan harga sangat rendah.

Ia bilang, saat ini Kementerian Perdagangan tengah mempersiapkan aturan tersebut yang tergetnya akan rampung pada Maret ini.

Baca juga: Riset Bank DBS Indonesia: Selama Pandemi Pelanggan E-commerce Indonesia Naik Menjadi 66 Persen

"Saya pastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, pada Maret ini akan selesai. Saya akan atur penjual di Indonesia, berjualan di Indonesia itu harus mematuhi aturan di Indonesia," ucap dia.

Lutfi menegaskan, sebagai regulator Kementerian Perdagangan akan bertindak sebagai wasit yang memastikan perdagangan dapat terjadi adil dan bermanfaat, khususnya di platform e-commerce.

"Kami jamin yang akan kami regulasikan ini bukannya menghimpit perdagangan, tapi sebenarnya memperbaiki perdagangan," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.