Kompas.com - 05/03/2021, 13:31 WIB
Proses pengolahan nikel PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan. Gambar diambil pada 30 Maret 2019. AFP/BANNU MAZANDRAProses pengolahan nikel PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan. Gambar diambil pada 30 Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) anjlok lebih dari 8 persen pada sesi perdagangan Kamis (4/3/2021). Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak hampir 5 tahun lalu.

Penurunan tersebut terjadi setelah beberapa pekan lalu harga nikel mengalami tren penguatan, ditopang oleh tingginya kebutuhan produsen kendaraan listrik terhadap salah satu komponen utama baterai listrik itu.

Dilansir dari Mining.com, Jumat (5/3/2021), harga nikel kontrak 3 bulan di LME sempat merosot 8,5 persen ke level 15.945 dollar AS per ton, menjadikan penurunan terdalam sejak Desember 2016.

Baca juga: Antam akan Segera Kuasai Wilayah Tambang Nikel Bekas Vale Indonesia

Penurunan harga nikel di LME itu juga diikuti oleh harga di bursa Shanghai yang juga terkoreksi 6 persen ke level 20.180 dollar AS per ton. Ini menjadi penurunan terdalam sejak Mei tahun lalu.

Harga nikel merosot semenjak perusahaan raksasa nikel asal China, Tsingshan Holding Group, mengumumkan rencana penyediaan 100.000 ton nikel matte untuk Huayou Cobalt, perusahaan pembuat bahan baterai.

Produsen besi kasar nikel kini dinilai sudah bisa memproduksi nikel matte dengan hanya melakukan sedikit penyesuaian terhadap proses manufaktur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, hal tersebut mampu mengatasi permasalahan tersendatnya pasokan nikel, yang diakibatkan penurunan tingkat produksi nikel kadar tinggi perusahaan asal Rusia, Norilsk Nickel (Nornickel).

"Produksi nikel matte besar-besaran yang dilakukan Tshinghan, memicu reformasi dari sisi pasok. Kemacetan pasokan nikel pun teratasi," ujar analis dari Huatai Futures.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Nornickel terpaksa menurunkan produksi nikelnya, diakibatkan adanya genangan air yang terjadi di bawah tambang perusahaan.

Baca juga: Semakin Panas, RI Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa soal Ekspor Nikel di WTO

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.