Indika Energy Gandeng Perusahaan India Kembangkan PLTS

Kompas.com - 05/03/2021, 18:41 WIB
Petugas PLN memeriksa kualitas pasokan listrik ketika berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kupang di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (20/7/2017). PLTS Kupang berkapasitas 5 MWp tersebut merupakan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia yang beroperasi sejak 27 Desember 2015 dan memberikan pasokan listrik ke wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. ANTARA FOTO/Widodo S JusufPetugas PLN memeriksa kualitas pasokan listrik ketika berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kupang di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (20/7/2017). PLTS Kupang berkapasitas 5 MWp tersebut merupakan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia yang beroperasi sejak 27 Desember 2015 dan memberikan pasokan listrik ke wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indika Energy Tbk membentuk perusahaan gabungan atau joint venture dengan perusahaan tenaga surya asal India, Fourth Partner Energy (4PEL), bernama PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid mengatakan, EMITS akan menggabungkan kompetensi Fourth Partner Energy dalam membangun dan mengoperasikan lebih dari 550 MW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di India dan sejumlah negara lainnya.

"Kerja sama ini juga merupakan wujud komitmen Indika Energy dalam mendiversifikasi portofolio bisnis, mencapai tujuan keberlanjutan, meningkatkan kinerja ESG (Environmental, Social,Governance), serta mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: 5 Tren Produk 2021 yang Bisa Jadi Peluang Bisnis

Menurut Arsjad, untuk membantu pemerintah merealisasikan target bauran EBT sebesar 23 persen, diperlukan investasi yang sangat besar dan kerja sama dari banyak pihak. Ia pun menilai, Fourth Partner Energy merupakan perusahaan yang berkapabilitas untuk membantu Indika Energy merealisasikan hal tersebut.

Ini terefleksikan dengan dengan portofolio PLTS dengan kapasitas terpasang sebesar 550 MW di 24 negara bagian.

"Salah satu proyek terbesar Fourth Partner Energy adalah taman panel surya berkapasitas 100 MW di Uttar Pradesh, yang nantinya akan memasok energi untuk salah satu perusahaan semen terbesar di India," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meyakini, kerja sama ini akan mampu mendongkrak porsi EBT terhadap bauran energi nasional.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya memberikan instrumen dan kemudahan berinvestasi melalui regulasi dan kebijakan yang mengedepankan transisi energi bersih,” ucap Arifin.

Sebagai informasi, merujuk pada data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, realisasi bauran EBT hingga akhir 2020 mencapai 10.467 MW atau 11,51 persen dari total konsumsi energi nasional.

Baca juga: Erick Thohir Akan Sulap Perum PFN Jadi Lembaga Pembiayaan Film



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X