Ini Dalih Pemerintah "Terpaksa" Impor Beras 1 Juta Ton

Kompas.com - 06/03/2021, 06:31 WIB
Stok beras yang berada di gudang Bulog Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) mencapai angka 630 ribu ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga tahun 2020 mendatang Dok. Humas Kementerian Pertanian RIStok beras yang berada di gudang Bulog Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) mencapai angka 630 ribu ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga tahun 2020 mendatang

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan melakukan impor beras sebanyak sekitar 1 juta ton pada awal tahun ini. Impor terpaksa dilakukan untuk menjaga stok beras nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa impor beras sebesar 1 juta ton, yang terbagi 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

"Pemerintah juga melihat bahwa komoditas pangan itu menjadi penting, sehingga salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1-1,5 juta ton," terang Airlangga dikutip dari Kontan, Sabtu (6/3/2021).

Ia bilang, stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Ini Dalih Mendag Soal Impor Beras saat Produksi Lokal Diproyeksikan Naik

Selain itu, adanya banjir yang menerjang beberapa daerah mengancam ketersediaan pasokan beras.

Politikus Partai Golkar ini mengeklaim, pemerintah tetap melakukan pengadaan beras beras-besaran dari petani lokal.

Upaya menjaga ketersediaan stok beras tersebut dilakukan melalui penyerapan gabah oleh Bulog dengan target setara beras 900.000 ton pada saat panen raya Maret hingga Mei 2021 dan 500.000 ton pada Juni hingga September 2021.

Dalih impor beras

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, rencana impor ini telah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas, Kementerian Perdagangan bahkan telah mengantongi jadwal impor beras tersebut.

Menurut dia, impor beras akan digunakan untuk menambah cadangan atau pemerintah menyebutnya dengan istilah iron stock.

Baca juga: Pengusaha Minta Pemerintah Kurangi Impor Beras Khusus, Ini Alasannya

"Iron stock itu barang yang memang ditaruh untuk Bulog sebagai cadangan, dia mesti memastikan barang itu selalu ada. Jadi tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock," jelas Lutfi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menjadi 'Super Parents' yang Terus Belajar | Bukan Sekadar Dekat, Orangtua Perlu Masuk Dunia Anak

[KURASI KOMPASIANA] Menjadi "Super Parents" yang Terus Belajar | Bukan Sekadar Dekat, Orangtua Perlu Masuk Dunia Anak

Rilis
Mau Rasakan Sensasi Menerbangkan Pesawat? Siapkan Dana Rp 1,6 Juta

Mau Rasakan Sensasi Menerbangkan Pesawat? Siapkan Dana Rp 1,6 Juta

Whats New
Utang Luar Negeri RI Naik Makin Cepat, Buat Apa Saja?

Utang Luar Negeri RI Naik Makin Cepat, Buat Apa Saja?

Whats New
Lagi, Cuitan Elon Musk Bikin Harga Dogecoin Meroket ke Level Tertinggi

Lagi, Cuitan Elon Musk Bikin Harga Dogecoin Meroket ke Level Tertinggi

Whats New
Cek Resi JNE di Sini: JNE Reg, JNE OK, JNE Yes, dan JNE JTR

Cek Resi JNE di Sini: JNE Reg, JNE OK, JNE Yes, dan JNE JTR

Work Smart
Simak Pesan Lengkap Jokowi soal Larangan Mudik 2021

Simak Pesan Lengkap Jokowi soal Larangan Mudik 2021

Whats New
Ini Penyebab Naiknya Harga Bahan Pokok Menurut KPPU

Ini Penyebab Naiknya Harga Bahan Pokok Menurut KPPU

Whats New
Cara Cek Resi JNE, J&T, Anteraja, Tiki, Pos, Wahana, dan SiCepat

Cara Cek Resi JNE, J&T, Anteraja, Tiki, Pos, Wahana, dan SiCepat

Work Smart
Apa yang Dimaksud dengan Investasi?

Apa yang Dimaksud dengan Investasi?

Whats New
BI Prediksi Inflasi April 2021 Capai 0,15 Persen, ini Penyebabnya

BI Prediksi Inflasi April 2021 Capai 0,15 Persen, ini Penyebabnya

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Tunjangan Meugang bagi Pekerja di Aceh | Menambah Skill Memasak di Bulan Suci Ramadhan

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Tunjangan Meugang bagi Pekerja di Aceh | Menambah Skill Memasak di Bulan Suci Ramadhan

Rilis
Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Whats New
KPPU: Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hampir Semua Provinsi

KPPU: Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hampir Semua Provinsi

Whats New
Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Work Smart
Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X