BKN Estimasi Rekrutmen CPNS 2021 Diserbu 4 Juta Pendaftar

Kompas.com - 06/03/2021, 10:31 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana  saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (21/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (21/2/2020)


JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap estimasi pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 sebanyak 4 juta orang.

Hal ini terungkap dari bahan paparan Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam Rapat Koordinasi Penyederhanaan Birokrasi dan Pengadaan CASN Tahun 2021 secara virtual di Jakarta, 4 Maret 2021.

Angka 4 juta orang itu merupakan perkiraan peserta yang bakal mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Dari jumlah itu, target pelaksanaan SKD CPNS 2021 selesai dalam waktu 21 hari, dengan teknis maksimal 3 sesi per hari.

Bima menyatakan, dengan estimasi tersebut, jumlah PC yang dibutuhkan dalam 1 sesi berjalan adalah 63.492 unit. Adapun ketersediaan PC existing BKN di masa pandemi ini sebanyak 2.298 unit. Dengan begitu, kebutuhan tambahan PC dalam 1 sesi yakni 61.194 unit.

“Pelaksanaan SKD CPNS 2021 diestimasikan dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari dengan dilakukan penambahan jumlah PC Client dalam 1 waktu pelaksanaan,” demikian bunyi bahan paparan Bima, dikutip pada Sabtu (6/3/2021).

Perkiraan jumlah pendaftar ini juga mempertimbangkan realisasi penerimaan CPNS periode sebelumnya.

Baca juga: [POPULER MONEY] Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 | Rekrutmen CPNS dan Guru PPPK Tahun Ini

Dalam penyelenggaraan seleksi CPNS Formasi tahun 2019, terdapat 446 titik lokasi ujian yang digunakan sebagai titik lokasi ujian SKD. Rinciannya yakni 34 titik lokasi Kantor BKN, 102 titik lokasi mandiri instansi pusat dan 310 titik lokasi mandiri instansi daerah.

“Total peserta pada SKD CPNS 2019 sejumlah 3.364.802 peserta berlangsung selama 43 hari,” jelas Bima.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jumlah ketersediaan SDM BKN saat ini secara keseluruhan sejumlah 1.541 petugas, dengan rincian 229 Koordinator, 210 Super Admin, 309 petugas aplikasi dan 793 pengawas.

Dalam materi pemaparan Bima, dijelaskan pula soal SKD saat ini sedang difinalisasi oleh konsorsium untuk dapat digunakan pada pelaksanaan CPNS 2021.

“BKN, Menpan dan instansi Pembina jabatan fungsional telah melaksanakan rapat pada tanggal 9 Feb 2021. Membahas tentang penyusunan dan peremajaan soal SKB yang akan digunakan pada SKB CPNS 2021,” bebernya.

Baca juga: Rekor Baru, 1,3 Juta CPNS dan Guru PPPK Direkrut Tahun Ini

Sejalan dengan itu, saat ini formasi CPNS 2021 sedang difinalisasi oleh Kementerian PANRB.
Sebelumnya diberitakan bahwa pendaftaran seleksi aparatur silpil negara (ASN) tahun 2021 ini digelar melalui portal resmi terintegrasi yakni Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN).

Pasalnya, seleksi ASN tahun 2021 akan diselenggarakan secara paralel, meliputi seleksi Sekolah Kedinasan, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Bima Haria Wibisana menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan platform pendaftaran terintegrasi melalui portal untuk mengakomodir rangkaian pendaftaran seluruh seleksi ASN.

Bima menguraikan bahwa pendaftaran online untuk seleksi ASN yang disediakan dalam portal SSCASN dibagi menjadi 3 platform utama. Pertama yakni Sistem Seleksi CPNS (SSCN), kemudian Sistem Seleksi CPNS melalui Pendidikan Kedinasan (SSCN DIKDIN), dan terakhir Sistem Seleksi PPPK (SSP3K).

Selain itu, pengolahan nilai hasil seleksi juga diintegrasikan ke dalam portal. Portal ini dapat diakses melalui https://sscasn.bkn.go.id.

“Portal SSCASN juga akan menyediakan fitur pengolahan pengolahan hasil seleksi seperti SKD dan SKB,” ungkap Bima dikutip dari laman resmi BKN pada Jumat (5/3/2021).

Dikatakan bahwa proses pengolahan nilai yang masuk akan diproses tanpa campur tangan pihak mana pun dengan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan.

Selanjutnya SSCASN juga diintegrasikan dengan data NIK di Dukcapil sebagai data awal pendaftaran. Begitu pula dengan pelamar formasi Guru, SSCASN akan terintegrasi dengan pengecekan data Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk validasi yang terdata pada Dapodik yang dikelola Kemdikbud.

Baca juga: Formasi Guru dan Nakes Terbanyak, Ini Tahapan Seleksi CPNS 2021

“Sama halnya dengan pendaftaran sebelumnya, SSCASN juga akan terintegrasi dengan akreditasi program studi maupun akreditasi Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi, termasuk validasi nomor ijazah yang dikelola Kemristekdikti,” bebernya.

Adapun untuk pelamar formasi Tenaga Kesehatan, SSCASN akan terintegrasi dengan data Surat Tanda Registrasi (STR) atas kerja sama BKN dengan Kemenkes.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

Whats New
Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

Whats New
Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

Whats New
Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

Whats New
Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

Spend Smart
India Dilanda 'Tsunami' Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

India Dilanda "Tsunami" Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

Whats New
Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Whats New
Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Rilis
Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Rilis
Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Whats New
ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

Whats New
Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

Rilis
Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Whats New
Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X