Fasilitas Saudi Aramco Dirudal, Harga Minyak Mentah Tembus Level 70 Dollar AS

Kompas.com - 08/03/2021, 09:03 WIB
Seorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020. AFP/FAYEZ NURELDINESeorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020.

ARAB SAUDI, KOMPAS.com - Pasukan Houthi Yaman kembali menyerang wilayah Arab Saudi pada Minggu (7/3/2021) waktu setempat. Tangki minyak mentah paling dilindungi dan terbesar dunia, Saudi Aramco, menjadi sasaran rudal Houthi.

Serangan rudal membuat harga minyak mentah jenis brent kembali meninggi, mengirimnya ke atas 70 dollar AS per barrel.

Mengutip Bloomberg, Senin (8/3/2021), serangan kali ini merupakan yang paling serius sejak fasilitas utama dan dua ladang minyak diserang pada September 2019. Serangan juga mengindikasi kerentanan industri minyak Arab Saudi.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Diprediksi Tembus Rp 1 Juta Per Barrel, Ini Penyebabnya

Kementerian Energi Arab Saudi menjelaskan, tangki penyimpanan di terminal ekspor Ras Tanura, pantai Teluk, diserang oleh pesawat nirawak dari laut.

Pecahan peluru dari rudal juga mendarat di dekat kompleks perumahan karyawan perusahaan minyak nasional Saudi Aramco di Dhahran. Saksi melaporkan, ledakan rudal mampu mengguncang kota.

"Namun, kedua serangan itu tidak mengakibatkan cedera atau hilangnya nyawa maupun harta benda," kata juru bicara Kementerian Energi Saudi.

Baca juga: Harga Minyak Terus Menguat, BBM Bakal Ikut Naik?

Fasilitas paling masif

Asal tahu saja, Ras Tanura adalah terminal minyak terbesar di dunia. Dari terminal itu, Arab mampu mengekspor sekitar 6,5 juta barrel per hari atau hampir 7 persen dari permintaan minyak dunia.

Tak heran, Ras Tanura jadi salah satu instalasi minyak paling terlindungi di dunia.

Pelabuhannya memiliki tangki penyimpanan besar tempat minyak mentah disimpan sebelum dipompa ke kapal tanker super.

Sebagai informasi, koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara balasan di ibu kota Yaman, Sana'a, pada hari minggu. Dikatakannya, mereka mencegat rudal dan drone yang diluncurkan ke Arab tepat ketika pemberontak Houthi mengeklaim serangkaian serangan ke Ras Tanura.

Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menyebutkan, pihaknya meluncurkan 8 rudal balistik dan 14 drone bermuatan bom ke Arab Saudi.

Houthi tercatat telah meningkatkan serangan di Arab Saudi. Pada pekan lalu saja, mereka mengeklaim menyerang depot bahan bakar Saudi Aramco di Jeddah dengan rudal jelajah.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X