Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Kompas.com - 09/03/2021, 08:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Toll Road, anak perusahaan BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjual 30 persen kepemilikan saham di ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Pembeli saham tol tersebut adalah investor asing asal Hong Kong, Road King Expressway (RKE). Pelepasan saham tol tersebut dilakukan melalui anak perusahaan RKE, Kings Ring Limited (KRL).

Nilai transaksi akuisisi saham ruas tol tersebut mencapai Rp 824 miliar. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap setelah tanda tangan akta jual beli/sale purchase agreement dan seluruh dokumen serta legalitas sudah lengkap.

Direktur Utama Waskita Toll Road, Septiawan Andri Purwanto, mengatakan penjualan ini merupakan strategi bisnis perusahaan untuk memperbaiki kinerja ke depan.

Baca juga: Deretan 7 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

"Setelah disepakatinya perjanjian awal ini, kami akan segera memproses dokumen dan melengkapi apa saja yang dibutuhkan dari pihak investor maupun Waskita Toll Road sebelum penandatanganan sale purchase agreement tersebut dilakukan," kata Andri dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021).

Sebagai informasi, RKE sendiri merupakan salah satu perusahaan jalan bebas asal Hong Kong. Perusahaan tersebut memiliki beberapa konsesi jalan tol di China Daratan.

Direktur Business Development & QHSE Waskita Karya Fery Hendriyanto menambahkan kesepakatan dengan KRL menjadi momentum baik untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi di bidang infrastruktur jalan tol.

"Penandatanganan CSPA ini hanyalah awal dari semua peluang investasi di Indonesia. Transaksi ini menunjukkan peluang investasi yang tak terhitung jumlahnya di Indonesia, tidak hanya proyek di jalan tol tetapi juga di sektor lain," ungkap Fery.

Baca juga: Daftar 7 BUMN Terbesar di Indonesia dari Sisi Aset, Siapa Juaranya?

Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan jalan tol yang terletak di Sumatera Utara dan menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.

Ruas itu memiliki panjang total 61,7 km yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2016. Tol ini menghubungkan antara Medan dengan Bandara Kuala Namu serta Tebing Tinggi.

Jika beberapa ruas Tol Trans Sumatera sudah terbangun, tol ini juga akan tersambung dengan Provinsi Aceh dan Provinsi Riau.

Penyerahan ke LPI

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Taufik Hendra Kusuma menilai kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Invesment Authority (INA) akan membantu BUMN karya dalam melakukan divestasi.

Baca juga: Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Sebab, LPI akan berperan sebagai investor yang akan mengambil alih proyek yang telah beroperasi milik perusahaan pelat merah.

“Dengan begitu BUMN akan Kembali memiliki kapasitas baru khususnya keuangan untuk mendanai pembangunan proyek infrastruktur lainnya," ujar Taufik.

Untuk waskita sendiri, lanjut Taufik, mengharapkan bentuk kerjasama dengan LPI yakni dengan pelepasan saham jalan tol yang saat ini dimiliki oleh anak usaha, yaitu PT Waskita Toll Road.

Saat ini, kata Taufik, Waskita memiliki 17 ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatera dimana 12 telah beroperasi, baik secara penuh maupun parsial. Sejak akhir tahun lalu, manajemen Waskita telah melakukan diskusi intensif secara informal dengan tim dari LPI.

“Dengan telah dilantiknya pengurus dari INA, Waskita berharap proses tersebut dapat segera berlanjut ke tahap berikutnya dan transaksi divestasi beberapa ruas tol kepada INA dapat terlaksana paling lambat Semester 2 tahun ini," kata Taufik.

Baca juga: Proyek Jalan Tol Trans-Sumatera Kekurangan Dana Rp 60 Triliun

Sementara itu, Plt EVP of Corporate Secretary Hutama Karya Tjahjo Purnomo juga menyambut baik hadirnya LPI. Dia berharap kehadiran LPI akan meningkatkan kualitas infrastruktur di Indonesia khususnya di Pulau Sumatera.

“Hutama Karya telah mengoperasikan dua ruas tol di Jakarta dan tujuh ruas tol di Pulau Sumatera dengan tingkat IRR yang positif serta lalu lintas harian yang baik sehingga menjadikan aset konsesi tol tersebut cukup menarik untuk ditawarkan kepada LPI," ujar Tjahjo.

Tjahjo mengatakan Hutama Karya siap untuk menawarkan sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Kata Tjahjo, skema yang ditawarkan dalam bentuk divestasi atau pengalihan konsesi untuk jangka waktu tertentu.

"Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk membangun ruas tol baru di Sumatera," ungkap Tjahjo.

Baca juga: Catat, Mulai 17 Januari Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated Tak Lagi Gratis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.