Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Tugaskan BUMN untuk Impor Daging, Ini Kata Asosiasi

Kompas.com - 09/03/2021, 19:16 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber

Kendati begitu Rusdi memberikan catatan. Meski pengadaan impor melalui penugasan kepada BUMN, namun transparansi dan akuntabilitas dalam proses impor tetap harus dipantau.

Hal itu penting untuk menutup celah perburuan rente. Sebab, impor komoditas utama pangan seperti beras dan daging sangat rentan untuk disusupi praktek perburuan rente.

"Karena komoditas pangan itu perputaran uangnya sangat cepat. Potensi rent seeking besar, konsumen akan rugi karena harga yang dikenakan akan lebih mahal. Jadi (meski penugasan) harus tetap transparan," tegas Rusli.

Baca juga: Impor Jadi Solusi Pemerintah Jokowi Atasi Mahalnya Harga Daging Sapi

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Musdhalifah Machmud menyampaikan bahwa impor daging kerbau dan sapi itu akan didatangkan dari India dan Brazil, melalui penugasan kepada BUMN. Hal itu dilakukan untuk mengamankan stok dalam mengantisipasi permintaan masa ramadan dan lebaran.

"Iya, penugasan itu untuk daging asal India dan Brazil, memang penugasan dan kepada BUMN. Diharapkan secara bertahap masuk untuk penuhi kebutuhan daging nasional," kata Musdhalifah kepada Kontan.co.id, Selasa (9/3).

Mengutip pemberitaan sebelumnya, impor 80.000 daging kerbau dari India dan 20.000 ton daging sapi dari Brazil itu dilakukan dengan skema penugasan melalui BUMN. Perum Bulog untuk impor daging kerbau, dan PT Berdikari (Persero) untuk impor daging sapi.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kata Aspidi soal impor daging yang ditugaskan pada BUMN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com