Kejengkelan Luhut Tahu Pejabat Pertamina Masih Gemar Impor Pipa

Kompas.com - 10/03/2021, 15:07 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring membahas terkait percepatan pembangunan infrastruktur pengembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat, di Jakarta, Selasa (16/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring membahas terkait percepatan pembangunan infrastruktur pengembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat, di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku geram mendapati PT Pertamina (Persero) masih mengimpor pipa.

Klaim Luhut, pipa untuk industri minyak sudah bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga opsi impor dinilai sebagai pemborosan devisa negara.

“Ada pejabat tinggi Pertamina itu kemarin dipecat presiden langsung,” beber Luhut dalam keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Pemecatan ini terkait dengan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek Pertamina. Namun Luhut tak menyebut siapa pejabat tinggi yang dipecat tersebut.

Baca juga: Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh hingga Double Digit

Dia berujar, BUMN sekelas Pertamina saja masih melakukan impor pipa, di mana perusahaan negara seharusnya jadi contoh penggunaan produk dalam negeri. Dia pun mengaku cukup kesal, sampai-sampai menyebut pejabat Pertamina melakukan kebijakan ngawur.

“Bikin pipa, tadi Pertamina. Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu,” ungkap Luhut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bapak sudah benar? (Ada yang) sempat tanya alasan saya. Alasan saya TKDN. Kamu cek saja siapa yang diganti itu. Nah kecintaan kita, kepada idealisme itu kita menurut saya kurang," tutur Luhut.

"Anda lebih muda dari saya. Saya 74 tahun tahun ini. Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekedar gini (uang) saja,” kata dia lagi.

Baca juga: Luhut: Di Palu, Jangan Diberikan Izin Lagi Membangun...

Selain impor pipa, mantan Dubes Indonesia untuk Singapura itu juga menyoroti soal aspal impor. Menurut dia, meski ada pasokan aspal alam dari Buton yang melimpah, masih saja ada aspal diimpor.

"Kami bicara aspal misalnya, kita ngapain pak impor aspal? Terbesar aspal kita di Buton. Presiden katanya setuju, kita gas aja pak," ujar Luhut.

Respon Ahok

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, enggan menjelaskan soal pejabat Pertamina yang disebut-sebut telah dipecat tersebut.

Baca juga: Luhut Targetkan 6 Pembangunan Infrastruktur di Yogya Rampung pada 2024

Ditanya soal sosok pejabat tinggi Pertamina itu, Ahok bahkan meminta sebaiknya wartawan bertanya langsung kepada Menko Maritim.

“Bisa tanya ke Pak Luhut (siapa pejabat Pertamina yang dicopot Jokowi),” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu kepada Kompas.com.

Namun, Ahok mengatakan dirinya tak tahu persis siapa pejabat yang menurut Luhut dipecat. Kata Ahok, pejabat tersebut kemungkinan berasal dari anak perusahaan milik Pertamina.

“Mungkin pergantian dirut anak perusahaan (Pertamina),” kata Ahok.

Baca juga: Ada Pejabat Dipecat Jokowi Langsung, Luhut: Pertamina Ngawurnya Minta Ampun

Misteri pejabat yang dipecat

Sementara itu dikutip dari Kontan, kilas balik atas aksi korporasi yang dilakukan Pertamina, pada awal Februari 2021, Pertamina mengubah jajaran direksi, termasuk di subholding perseroan.

Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina melakukan perubahan susunan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero).

  • Pahala Nugraha Mansyuri menjadi Wakil Komisaris Utama menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang telah menjabat Menteri Kesehatan RI.
  • M. Erry Sugiharto menjadi Direktur Sumber Daya Manusia menggantikan Koeshartanto.

15 Februari 2021, Pertamina juga mengganti sejumlah direksi di Subholding Pertamina dan Anak Usahanya. Yakni:

  • Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional):
  • Direktur Utama Djoko Priyono. Djoko menggantikan Ignatius Tallulembang
  • Direktur Operasi Yulian Dekri menggantikan Yoki Firnandi

Baca juga: Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Milik Pertamina Ditargetkan Beroperasi November 2021

Power & NRE Subholding (PT Pertamina Power Indonesia):

  • Direktur Utama Dannif Danusaputro. Danif menggantikan Heru Setiawan yang pada Juni 2020 diangkat menjadi dirut Pertamina Power Indonesia
  • Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Said Reza Pahlevy. Reza nampaknya hanya mengalami rotasi karena pada Juni 2020, Reza menjadi direktur keuangan. Reza menggantikan Ernie D Ginting.
  • Direktur Keuangan Iman Hilmansyah menggantikan Reza yang diangkat menjadi direktur keuangan.

PT Pertamina Geothermal Energi

  • Direktur Utama Ahmad Yuniarto Ahmad Yuniarto sebagai Direktur Utama PGE. Jabatan itu kosong selaama tujuh bulan karena direktur utama sebelumnya, Ali Mundakir, menjabat sebagai direktur utama PT Elnusa Tbk (ELSA).
  • Direktur Keuangan Nelwin Aldriansyah yang sebelumnya adalah direktur keuangan Bahana.

PT Pertamina Drilling Services Indonesia:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.