Luhut Ogah Mengemis Investasi ke Tesla: Hey, You Need Us

Kompas.com - 10/03/2021, 15:52 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bukan suara soal kepastian investasi pendirian pabrik Tesla Inc di Indonesia.

Luhut membeberkan, Pemerintah Indonesia masih terus berkomunikasi dengan perusahaan besutan Elon Musk tersebut. Dengan kata lain, Tesla masih berminat melakukan penjajakan penanaman modal di Tanah Air.

“Kita ini bukan negara jelek. Beberapa malam yang lalu, Tesla masih mengejar kita, masih diskusi, semua masih berjalan dan berlanjut,” kata Luhut dikutip dari Kontan, Rabu (10/3/2021).

Luhut mengeklaim, Pemerintah Indonesia enggan untuk bersikap meminta-minta ke pihak Tesla agar membangun pabrik di Indonesia. Lanjut Luhut, sebenarnya justru pihak Tesla yang membutuhkan Indonesia.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir: Kita Enggak Merasa Kecolongan Tesla Bangun Pabrik di India

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Itulah kenapa saya pikir mereka jangan begging-begging (memohon). Hey, you need us (Hai, kalian butuh kita). Kita juga butuh mereka. Jadi harus seimbang, jangan sampai kita ditempatkan posisi untuk meminta-minta,” ucap Luhut.

Luhut juga menyatakan, selama ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan perusahaan asal Amerika Serikat itu. Namun, dirinya tak bisa menyampaikan secara detail kemajuan soal rencana investasi Tesla tersebut.

Menurut Luhut, hingga saat ini, Indonesia masih memiliki non-disclosure agreement (NDA) dengan Tesla. NDA adalah perjanjian antara para pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi atau material terentu yang tak boleh diketahui pihak lain.

Lantaran itu pula, Luhut tak bisa memberikan detail soal rencana Tesla di Indonesia, termasuk ketertarikan perusahaan mobil listrik tersebut. Yang pasti, kata Luhut, mereka melihat potensi yang dimiliki Indonesia.

Baca juga: Tesla Pilih Bangun Pabrik di India, Luhut: Future-nya Ada di Sini

Menurut dia, Indonesia memiliki bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan kerangka mobil, seperti bauksit, nikel, dan tembaga.

Itulah sebabnya, pemerintah terus mendorong pengembangan industri pada industri hulu dan turunan dari mobil listrik, salah satunya baterai.

Salah satu rencana yang terungkap adalajh Tesla ingin mengembangkan energy storage system (ESS). Sederhananya, ESS ini seperti "power bank" dengan giga baterai skala besar yang bisa menyimpan tenaga listrik besar hingga ratusan megawatt (MW) dan bisa dijadikan sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).

Tesla pilih India

Sebelumnya, dikutip dari Bloomberg, CEO SpaceX dan Tesla Inc Elon Musk justru lebih tertarik membangun pabrik kendaraan listrik di India untuk pertama kalinya. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan.

Baca juga: Soal Tesla, Luhut: Saya Tidak Pernah Bicara Pabrik Mobil!

Pabrik kendaraan listrik di India tersebut, nantinya berdiri di Karnataka, negara bagian barat daya India yang ibu kotanya adalah Bangalur.

Sebelum adanya kesepakatan, tim Tesla dan Pemerintah India bernegosiasi terkait rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik selama enam bulan.

Rencananya, Tesla akan mendirikan fasilitas riset dan pengembangan di Bangalur, India. Perizinan pembangunan pabrik dan R&D juga telah diurus.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengaku tak merasa kecolongan saat mendengar produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat. Tesla lebih memilih membuat pabrik di India ketimbang di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Terus “Pepet” Tesla agar Investasi di Indonesia

Sebab, sejak awal penjajakan dengan Tesla memang bukan untuk membuat pabrik kendaraan listrik di Tanah Air.

“Sebenarnya Tesla itu bikin mobil, nah kita ini bukan mobil. Kami ngejar Tesla itu bukan dari sisi bikin mobilnya ya, tapi dari sisi apakah nanti di battery-nya atau di-charging-nya. Di rumah-rumah kan ada charging tuh, nah kita kejar sama Tesla itu di situ,” ujar Arya beberapa waktu lalu.

Arya menjelaskan, sejak awal BUMN memfokuskan diri untuk membangun industri baterai kendaraan listrik. Oleh sebab itu, akan dibentuk Indonesia Battery Holding (IBH).

“Kami sejak awal, kami di BUMN itu bukan membangun industri mobilnya, tapi membangun industri EV Battery. Makanya kemarin katanya Tesla ke India, kita enggak merasa kecolongan, karena kita bukan bangun pabrik mobil listrik. Nah, nanti yang akan kita bicarakan apakah dia di-charging-nya atau EV Battery-nya itu,” kata Juru Bicara Erick Thohir itu.

Baca juga: Masih Ada Harapan, Kepala BKPM Sebut Negosiasi dengan Tesla Tetap Berjalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.