Pilot hingga Driver Ojol Akan Jalani Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan

Kompas.com - 11/03/2021, 14:00 WIB
Petugas menyemprot disinfektan kepada pengendara ojek online setelah pembagian masker di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas menyemprot disinfektan kepada pengendara ojek online setelah pembagian masker di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku atau pekerja di sektor transportasi direncanakan akan dilakukan pada pekan depan.

Adapun pekerja sektor transportasi yang akan diberikan vaksin Covid-19 yakni pilot, nakhoda, masinis, sopir bus, sopir taksi pramugari, anak buah kapal, sopir ojol, dan lain sebagainya.

“Vaksinasi kepada para pelaku transportasi sangat penting dikakukan karena tugasnya yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Ini akan menambah kepercayaan diri mereka saat bertugas melayani masyarakat. Kami akan lakukan secara bertahap,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Ini Rincian Harga dan Spesifikasi Emas Antam Seri Batik Terbaru

Budi menambahkan, vaksinasi tahap pertama bagi para pelaku transportasi direncanakan akan dilakukan pada Selasa atau Rabu pekan depan yang akan dilakukan di Stasiun Gambir.

Dia mengaku telah mendapatkan alokasi dari Kementerian BUMN untuk vaksinasi bagi para pelaku transportasi, karena banyak dari para pelaku transportasi yang bekerja di bawah perusahaan BUMN.

Menurut Budi, vaksinasi untuk para pekerja pelayan publik di sektor transportasi ini akan memberi perlindungan kepada petugas itu sendiri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

“Hal ini juga tentunya akan memberi perlindungan kepada masyarakat dengan tetap menerapkan prokes yang ketat,” kata dia.

Baca juga: Ini Strategi Gojek Genjot Layanan GoMart di 2021

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menggelar vaksinasi bagi 10.000 pegawai. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung proses pelaksanaan vaksinasi bagi pegawai Kemenhub untuk tahap pertama di kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (11/3/2021).

“Alhamdulillah hari ini kami bisa melakukan vaksinasi yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh segenap pegawai Kementerian Perhubungan. Terima kasih kepada Presiden dan Kemenkes yang telah memberikan kesempatan kepada insan transportasi untuk melakukan vaksin,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Vaksinasi tahap pertama untuk para pegawai Kemenhub akan berlangsung selama empat hari mulai 11 sampai 14 Maret 2021, dengan target 2500 orang per harinya.

Pada tahap awal ini, vaksinasi dilakukan kepada pegawai Kemenhub yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Selanjutnya, akan dilaksanakan secara bertahap untuk semua pegawai  di seluruh Indonesia sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Baca juga: Kemenhub: 27 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus di Sumedang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Whats New
KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

Whats New
Mengenal KPR Syariah, Fitur, Syarat Pengajuan Serta Keuntungannya

Mengenal KPR Syariah, Fitur, Syarat Pengajuan Serta Keuntungannya

Whats New
Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika akibat Kasus Alat Tes Antigen Bekas

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika akibat Kasus Alat Tes Antigen Bekas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X