"Sepatu Lokal Buatan UMKM Kita Itu Bukan yang Kelas Ecek-ecek..."

Kompas.com - 14/03/2021, 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan unboxing sepatu Sang Sekerta Lohita yang merupakan sneaker hasil kolaborasi Yang Ayam, milik Kaesang dengan merek sepatu lokal Ventela dan rumah desain custom Nevertoolavish. Instagram NavertoolavisPresiden Joko Widodo melakukan unboxing sepatu Sang Sekerta Lohita yang merupakan sneaker hasil kolaborasi Yang Ayam, milik Kaesang dengan merek sepatu lokal Ventela dan rumah desain custom Nevertoolavish.

JAKARTA, KOMPAS.com- Founder Never Too Lavish (NTL) Bernhard Suryanigrat mengatakan, sepatu lokal buatan UMKM tak kalah saing dengan produk-produk sepatu dari luar negeri. Never Too Lavish merupakan studio seni yang menggeluti jasa modifikasi desain, mulai dari jaket hingga sepatu. Bahkan karya NTL pun ada yang dibeli oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Abeng, sapaan akrabnya, kualitas produk sepatu buatan lokal tidak kalah dengan produk buatan luar negeri.

"Artinya apa, sepatu lokal buatan UMKM kita itu bukan yang kelas ecek-ecek, pabrikannya saja sudah oke, sudah profesional banget," ujarnya dalam Webinar: Bersebelas #MelangkahBareng Tokopedia yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Produk Sepatu Lokal Bisa Jadi Raja di Negeri Sendiri

Hal  sebut dia, yang menjadi salah satu alasan produk sepatu lokal memiliki peminat yang tinggi.

Selain itu, lanjut dia, alasan produk sepatu lokal masih diminati adalah selain murah juga karena memiliki kualitas produk yang baik.

Bahkan menurut dia, kualitas brand lokal saat ini tidak kalah saing dengan pemain yang berasal dari luar negeri sekalipun.

"Bukan sekadar punya brand doang mereka, tapi UMKM kita itu, pemain brand lokal kita itu sudah memikirkan secara kualitas, secara teknologinya juga," katanya.

Belum lagi sepatu lokal memiliki beragam model sehingga para peminatnya bisa memiliki berbagai opsi untuk memilih model sepatu mana yang cocok untuk dipakai.

"Biasanya yang buat kan dari kelas UMKM, jadi mereka masih memproduksi dalam jumlah yang sedikit namun modelnya yang banyak. Makanya para peminat punya pilihan yang beragam mau model seperti apa," jelas dia.

Sementara itu dari sisi transaksi penjualan sepatu lokal di Tanah Air menunjukkan adanya peningkatan. Tokopedia mencatatkan, meskipun ada pandemi transaksi penjualan sepatu merek lokal meningkat hingga 2 kali lipat.

Bahkan salah satu pemain sepatu lokal yang memiliki brand Brodo mengalami peningkatan transaksi hampir 5,5 kali lipat selama pandemi.

Baca juga: Relokasi dari China, Produsen Sepatu Asics Bakal Bangun 3 Pabrik di Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X