Ini Startup-startup Digital Indonesia yang Kinerjanya Melesat di Tengah Pandemi

Kompas.com - 15/03/2021, 14:13 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, di tengah pandemi, terjadi kenaikan pemanfaatan layanan digital.

"Salah satunya adalah Tokopedia, ada sebanyak 2,5 juta merchant yang bergabung di platform marketplace tersebut sepanjang pandemi dibandingkan dengan 7 juta merchant yang bergabung selama 10 tahun sebelumnya," ujarnya dalam peluncuran East Ventures Digital Competitiveness Index 2021 oleh Katadata Insight Center yang disiarkan secara virtual, Senin (15/3/2021).

Lalu, perusahaan yang ikut mengalami peningkatan selama pandemi adalah Ruangguru yang saat ini, telah digunakan oleh lebih dari 22 juta pelajar.

Baca juga: Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

 

"Salah satu produk Ruangguru yaitu kelas online gratis yang disediakan oleh startup tersebut selama pandemi, telah membantu sekitar 10 juta siswa dari seluruh Indonesia. Pengguna aplikasi ini juga naik hingga 30 persen," ungkapnya.

Perusahaan yang ketiga adalah Traveloka. Meski sempat mengalami pukulan pada pada awal pandemi, namun Traveloka bisa bangkit dengan cepat dengan berfokus mempromosikan destinasi turis domestik untuk mendukung industri hotel dan pariwisata lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu untuk sektor distribusi dan logistik, Warung Pintar dan logistik Waresix ikut bertumbuh dan terus melakukan ekspansi bisnisnya.

Wilson menyebutkan, Warung pintar terus berekspansi untuk mendukung pemilik warung dan telah bermitra dengan 230.000 peritel di 65 kota.

Baca juga: BEI Dorong Perusahaan Teknologi dan Startup Melantai di Bursa

 

"Sementara platform logistik Waresix, yang kini mencakup 40.000 truk dan 375 gudang di sekitar 200 kota di seluruh Indonesia, membantu brand untuk mendistribusikan produk dengan efisien meskipun berhadapan dengan keterbatasan selama pandemi,"jelasnya.

Wilson mengatakan, saat ini daya saing digital antarprovinsi di Indonesia makin merata. Pemerataan tersebut tampak dari kenaikan skor median indeks daya saing digital (EV-DCI) di Indonesia dari 27,9 persen pada 2020 menjadi 32,1 persen pada 2021.

"Kami melihat berdasarkan temuan dari perhitungan indeks EV-DCI, skor median indeks daya saing digital kita itu meningkat yang semulanya berada di posisi 27,9 persen di tahun lalu menjadi 32,1 persen di tahun ini," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.