Kompas.com - 16/03/2021, 07:28 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Sertifikat Tanah untuk Rakyat Seindonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/1/2021). Hari ini, Presiden menyerahkan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk terus mempercepat penyertifikatan tanah di seluruh Indonesia. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Sertifikat Tanah untuk Rakyat Seindonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/1/2021). Hari ini, Presiden menyerahkan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk terus mempercepat penyertifikatan tanah di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, nilai impor Indonesia pada Februari 2021 sebesar 13,26 miliar dolar AS atau naik 14,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak Juni 2019, di mana impor mengalami kenaikan 2,02 persen.

“Pada Februari 2021 ini untuk pertama kalinya setelah sekian bulan mengalami pertumbuhan negatif, impor kita naik 14,86 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto dilansir dari Antara, Selasa (16/3/2021).

Suhariyanto memaparkan, jika dibandingkan Januari 2021 atau secara bulan ke bulan, terjadi penurunan tipis pada impor Februari 2021 yakni 0,49 persen.

Baca juga: Jokowi Heran: Saya Ngomong Benci Produk Asing, Begitu Saja Ramai

Penurunan impor tersebut lebih disebabkan karena adanya penurunan impor migas yang cukup dalam, yakni 15,59 persen. Sementara impor nonmigas masih tumbuh 1,54 persen.

Dari kenaikan impor 14,86 persen year on year (yoy), impor nonmigasnya naik 22,03 persen dan impor migasnya turun 25,37 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk migas ini yang mengalami penurunan adalah nilai impor minyak mentah sebesar 62,3 persen.

Kemudian impor hasil minyaknya juga turun 18,75 persen, namun impor gasnya masih mengalami kenaikan,” ungkap Suhariyanto.

Baca juga: Jeritan Petani: Harga Gabah Lagi Murah, Kok Impor Beras

Menurut data BPS, impor barang modal pada Februari 2021 mulai bergerak naik hingga 9,08 persen (mom) dan 17,68 persen (yoy).

Adapun barang yang mengalami peningkatan impor adalah mesin dan peralatan elektrik sebesar 172,8 juta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.