Budi Karya: Kemenhub Tak Bisa Larang atau Izinkan Mudik Lebaran 2021

Kompas.com - 16/03/2021, 14:44 WIB
menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Stasiun Tugu Yogyakarta Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowomenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Stasiun Tugu Yogyakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tak bisa memutuskan apakah mudik Lebaran 2021 akan dilarang atau tidak oleh pemerintah.

Alasannya, keputusan tersebut harus terlebih dahulu dibicarakan dengan para stakeholder terkait.

“Kemenhub tidak bisa melarang atau mengijinkan mudik, karena harus dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dan Satgas Covid 19, yang nanti  akan memberikan arahannya,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Demi Sembako, Budi Karya Temui Risma Bahas Tol Laut hingga Jembatan Udara

Budi menambahkan, pihaknya akan memperketat protokol kesehatan dan tracing Covid-19 untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada musim mudik lebaran kali ini.

Pihaknya, lanjut Budi, tengah mengkonsultasikan dengan pihak-pihak terkait untuk memperketat syarat perjalanan. Misalnya, dengan mempersingkat masa berlaku alat skrining (penyaringan) Covid-19, seperti GeNose, Rapid Test, atau PCR Test.

Penerapan protokol kesehatan lainnya yang juga akan diperketat seperti, memakai masker, melaksanakan jaga jarak, melakukan disinfektasi  prasarana/sarana, pemberlakuan pembatasan penumpang dan  pengaturan jadwal layanan.

Baca juga: Budi Karya dan Ghibran Tinjau Proyek Revitalisasi Terminal Tipe A Tirtonadi Solo

Selain itu, dalam menghadapi musim mudik lebaran tahun ini pihaknya telah bekerja sama dengan media nasional untuk melakukan survey nasional tentang potensi pemudik pada masa Lebaran Tahun 2021 yang akan menjadi rekomendasi pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.