Kunci Mengentaskan Kemiskinan, Indonesia Harus Contoh 3 Negara Ini

Kompas.com - 16/03/2021, 20:45 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro pada Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa (2/3/2021). Tangkapan layar Zoom KemenristekMenristek Bambang Brodjonegoro pada Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa (2/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengungkapkan Indonesia harus mencontoh tiga negara di Asia agar menjadi negara berpendapatan tinggi alias negara maju.

Tiga negara tersebut, antara lain China, Jepang, dan Korea Selatan. Tiga negara itu menyandingkan inovasi dan investasi sehingga mampu mengentaskan kemiskinan dan mengecilkan disparitas antara si kaya dengan si miskin.

"Inilah yang harus kita jadikan pelajaran, di mana ekonomi berbasis inovasi tidak hanya berorientasi pertumbuhan, tapi orientasi pada pengentasan kemiskinan dan pemerataan," kata Bambang dalam dalam Kompas Talks bersama KSI Improving the Knowledge & Innovation Ecosystem for a Better Indonesia secara daring, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Perlu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen agar Indonesia Jadi Negara Maju

Bambang menyebut, investasi yang bersanding dengan inovasi membuat angka pertumbuhan investasi dari tahun ke tahun berkesinambungan.

Hal ini tentu berbeda dari investasi yang ditawarkan Indonesia pada tahun 1990-an. Pada masa itu, Indonesia hanya mendorong pertumbuhan investasi melalui daya tarik iklim investasi, yakni menawarkan upah buruh yang murah.

Ketika semua negara menggunakan pendekatan yang sama, Indonesia lantas kehilangan daya tariknya. Pertumbuhan ekonomi yang kala itu mencapai 7-8 persen lambat laut menurun jadi 5 persen karena hanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ternyata iklim investasi sangat dinamis. Itulah kenapa harus seperti Korea Selatan dan Jepang, investasi dan inovasi beriringan sehingga investasi terus tumbuh, karena selalu ada inovasi yang mendorong adanya investasi baru atau ekspansi dari investasi itu sendiri," jelas Bambang.

Meski demikian, inovasi yang ditawarkan Indonesia harus berbeda dari tiga negara itu. Jika inovasi Jepang dan Korea Selatan berbasis pada teknologi, Indonesia harus berbasis pada sumber daya alam mengingat ada keanekaragaman hayati yang melimpah.

Baca juga: Luhut: Potensi Sumber Daya Alam Bisa Buat Indonesia Jadi Negara Maju

Tapi di sisi lain, inovasi di bidang teknologi harus diterapkan dalam revolusi industri 4.0.

"Kalau fokus di dua sektor itu, kita punya jalur untuk memulai menata diri sehingga pertumbuhan ekonomi lebih cepat, dan kita lolos dari middle income trap pada tahun 2045," ujar Bambang.

Dengan begitu lanjut dia, ekonomi Indonesia akan berbasis pada ekonomi inklusif seperti negara China. Saat ini, China menjadi salah satu negara berpendapatan tinggi dan berhasil mengurangi tingkat kemiskinan secara drastis.

"Maka usulan kami adalah, menyandingkan dua kata yang dimulai oleh (huruf) I, yaitu inovasi dan investasi, sebagai kunci pertumbuhan ekonomi indonesia," pungkas Bambang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.