Impor Bahan Baku ke Indonesia Meningkat, Apa Artinya?

Kompas.com - 17/03/2021, 11:48 WIB
Ilustrasi impor SHUTTERSTOCKIlustrasi impor

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor bahan baku pada bulan Februari 2021 meningkat 11,53 persen yoy, meski secara bulanan impor ini tergerus 0,50 persen jika dibanding bulan sebelumnya (month-on-month/mom).

Melihat perkembangan tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan peningkatan impor bahan baku seiring dengan persiapan industri manufaktur untuk menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Adanya peningkatan dari Februari 2020 disebabkan oleh pada periode tersebut, impor Indonesia sudah mulai terganggu akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga, bila dibandingkan dengan tahun lalu, impor bahan baku bisa meningkat.

“Untuk persiapan tersebut, pabrik mulai menumpuk stok bahan baku sejak Februari 2021,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Selasa (16/3/2021).

Ke depan, Bhima memperkirakan industri manufaktur akan tetap perkasa, alias berada di zona ekspansif. Itu berarti, indeks manufaktur harus terus di atas 50.

Berbicara soal industri manufaktur, Bhima melihat ada dua skenario yang bisa terjadi. Pertama, skenario terkait industri manufaktur yang berorientasi ekspor diperrkirakan akan meningkat karena adanya kenaikan permintaan dari negara mitra dagang seperti Amerika Serikat (AS) dan China.

Kedua, industri manufaktur yang berorientasi pasar dalam negeri diperkirakan bisa tumbuh melambat. Ini seiring dengan permintaan dalam negeri yang masih belum pulih, apalagi setelah momen lebaran berlalu.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Begini kata ekonom INDEF terkait impor bahan baku yang meningkat



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X