Indonesia Langganan Impor Beras dari Negara Mana Saja?

Kompas.com - 17/03/2021, 14:12 WIB
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton  kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18 ANTARA FOTO/Umarul FaruqPekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18


JAKARTA, KOMPAS.com – Polemik rencana impor beras 1 juta ton di tahun 2021 ini ramai diperbincangkan. Tak sedikit pula yang menyimpan pertanyaan, Indonesia impor beras dari negara mana.

Kebijakan membuka impor beras selalu berulang dari tahun ke tahun dengan jumlah fluktuatif. Negara asal beras impor juga berbeda-beda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2000 hingga 2019, Indonesia tercatat impor beras dari Vietnam, Thailand, China, India, Pakistan, Amerika Serikat, Taiwan, Myanmar, hingga Singapura.

Dari negara-negara tersebut, impor beras Indonesia terbesar berasal dari negara Vietnam dan Thailand. Praktis, dari tahun ke tahun, beras impor asal Vietnam dan Thailand yang paling banyak membanjiri pasar Indonesia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dominasi beras impor asal Vietnam dan Thailand mulai tersaingi oleh beras impor asal Myanmar, India dan Pakistan. Berikut ini rangkuman data impor beras Indonesia berdasarkan negara asalnya.

Baca juga: Impor Beras Era Megawati hingga Jokowi: Selalu Turun Saat Kampanye

Banjir beras impor dari Vietnam dan Thailand

Di awal periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia masih melanjutkan langganan impor beras asal Vietnam dan Thailand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tahun 2014, sebanyak 306.418 ton beras dari Vietnam dipasok ke Indonesia. Angka tersebut menjadi yang terbesar kedua setelah Thailand yang memasok 366.203 ton beras ke Indonesia.

Setahun berselang, di 2015 Indonesia kembali impor beras dari Vietnam sebanyak 509.374 ton. Kali ini Vietnam jauh mengungguli Thailand yang hanya mengekspor berasnya sebanyak 126.745 ton ke Indonesia.

Pada 2016, persaingan ketat antara beras impor dari Vietnam dan Thailand kembali terjadi. Di tahun tersebut, beras impor asal Vietnam berjumlah 535.577 ton, sedangkan dari Thailand 557.890 ton.

Kemudian di tahun 2017, jumlah beras impor asal Thailand dan Vietnam ikut menurun seiring terpangkasnya total kuota impor beras pemerintah sebanyak 305.274 ton. Dari total capaian impor itu, sebanyak 16.599 ton beras berasal dari Vietnam, sedangkan dari Thailand sebesar 108.944 ton.

Baca juga: Balada Impor Beras, Garam, dan Gula, Usai Seruan Jokowi Benci Produk Asing

Di 2018, impor beras besar-besaran kembali dibuka pemerintah Indonesia. Kali ini, 767.180 ton beras Vietnam dipasok ke Indonesia, sedangkan dari Thailand sebanyak 795.600 ton.

Adapun pada 2019, jumlah pasokan beras impor asal Vietnam dan Thailand kembali merosot. Indonesia hanya impor beras sebanyak 33.133 ton dari Vietnam dan 53.278 ton dari Thailand.

Impor beras dari India, Pakistan, dan Myanmar

Selain dari Vietnam dan Thailand, Indonesia juga cukup banyak mendatangkan beras dari India, Pakistan dan Myanmar.

Pada 2014 misalnya, Indonesia impor beras dari India sebanyak 90.653 ton. Selanjutnya, di tahun 2015, impor beras asal India kembali terjadi, kali ini dengan jumlah 34.167 ton.

Kemudian di tahun 2016, beras impor dari India dipasok sebanyak 36.142 ton. Selanjutnya, di 2017 angkanya berubah menjadi 32.209 ton.

Beras impor asal India masuk ke Indonesia dengan jumlah cukup besar terjadi di 2018, tepatnya 337.999 ton. Namun setahun setelahnya, pasokan beras dari India hanya sebanyak 7.973 ton di tahun 2019.

Baca juga: Beda Suara Para Bawahan Jokowi Soal Impor Beras

Sementara itu, Pakistan juga rajin mengekspor berasnya ke Indonesia. Di 2014 misalnya, BPS mencatat 61.715 ton diimpor dari Pakistan.

Setahun kemudian, di 2015 impor beras asal Pakistan naik menjadi 180.099 ton. Kemudian di 2016, Indonesia kembali impor beras dari Pakistan sebanyak 134.832 ton.

Di 2017, beras impor asal Pakistan bahkan mengalahkan besaran beras impor asal Vietnam. Di tahun ini Indonesia impor beras 87.500 ton dari Pakistan. Angka itu jadi yang terbesar kedua setelah Thailand.

Selanjutnya, di 2018 Pakistan kembali memasok beras ke Indonesia dengan jumlah 310.990 ton. Adapun di 2019, beras impor asal Pakistan jadi yang terbanyak dibandingkan negara-negara lain, yakni sebanyak 182.564 ton.

Pada tahun 2019 itu memang Indonesia hanya mengimpor beras sebanyak 444.508 ton. Setelah Pakistan, beras impor asal Myanmar menduduki posisi kedua terbanyak dibandingkan negara lain, dengan jumlah 166.700 ton.

Baca juga: Era SBY dan Jokowi Sama Saja, Tiap Tahun Impor Garam Jutaan Ton

Dengan begitu, di tahun 2019 ini pula dominasi beras impor asal Thailand dan Vietnam mulai tergeser. Myanmar sendiri pada tahun-tahun sebelumnya sudah memasok beras impor dengan jumlah beragam mulai belasan ribu hingga puluhan ribu ton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.