AS Akan Pungut Pajak Youtuber Indonesia

Kompas.com - 18/03/2021, 05:05 WIB
Pajak Youtuber ThinkstockPajak Youtuber

BAGI Anda yang mendapatkan penghasilan sebagai pembuat konten di kanal Youtube, maka bersiap-siaplah untuk dipungut pajak oleh Youtube. Pajak akan dipungut atas penghasilan Youtuber yang diperoleh dari tiap pengunjung asal Amerika yang mengklik iklan Google AdSense.

Internal Revenue Service (IRS) sebagai otorita perpajakan di negara Amerika Serikat akan memberlakukan pengenaan pajak atas royakti ini mulai bulan Juni 2021.

Pajak tersebut dikenakan berdasarkan Pasal 3 U.S. Internal Revenue Code, dimana Google/Youtube sebagai pemungut pajak diberi tanggung jawab oleh IRS untuk mengumpulkan informasi, memotong/memungut, dan melaporkan pajak apabila terdapat Youtuber yang menghasilkan pendapatan royalti dari penonton di Amerika Serikat.

Melalui regulasi tersebut, Youtuber asal Indonesia hanya akan dipungut pajak, atas penghasilan royalti yang diperoleh dari penonton Amerika Serikat.

Dengan demikian, bila iklan pada konten Anda tidak diakses oleh warga Amerika Serikat, maka tidak akan dipungut pajak oleh IRS. Sebagaimana diketahui, melalui Internet, apabila kita mengupload konten ke Youtube, maka akan dapat diakses tidak hanya oleh pengguna di Indonesia tapi juga oleh seluruh pegguna di dunia.

Baca juga: Youtuber, Tiktoker, hingga Selebgram Akan Diawasi Ketat oleh Kantor Pajak

Sebagaimana diketahui, Youtube selama ini telah menyediakan Program Partner YouTube (YPP) yang dapat memberikan akses lebih besar kepada kreator ke berbagai referensi dan fitur YouTube.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui program ini, pembuat kreator dimungkinkan untuk mendapat pembagian hasil dari iklan yang ditayangkan pada konten Youtube. Berdasarkan perjanian YPP, para kreator menyediakan ruang iklan yang biasa disebut Google Adsense pada tampilannya dengan cara menempelkan kode iklan. Iklan yang dipasang pada situs biasanya menyesuaikan dengan topik dari konten yang ditayangkan oleh kreator.

Misalnya situs Youtube yang dibuat kreator membahas tentang sepeda, maka pemasang iklan biasanya datang dari pelaku bisnis yang menjual berbagai rupa alat dan asesoris sepeda.
Penghasilan yang akan diperoleh oleh Youtuber dihitung berdasarkan klik pengguna pada iklan atau tayangan iklan.

Penghasilan atas Google adsense dari pengunjung berasal dari Amerika inilah yang dikenakan pajak oleh IRS.

Agar tidak dipotong pajak yang lebih besar, semua pembuat konten asal Indonesia yang melakukan monetisasi di YouTube, wajib menyerahkan informasi pajak kepada Google sehingga pajak yang dipungut hanya sebesar 15 persen berdasarkan Tax Treaty Indonesia- Amerika Serikat.

Bila tidak menyerahkan informasi pajak hingga 31 Mei 2021, Google secara otomatis akan memotong total penghasilan Anda dari Youtube hingga sebesar 24 persen.

Baca juga: Berapa Gaji YouTuber? Simak Perhitungannya

Di Indonesia sendiri belum ada pajak khusus untuk para pembuat konten seperti halnya Youtuber ini. Perlakuan pajak bagi pembuat konten digital adalah sama dengan kegiatan usaha lainnya. Bila seseorang hanya mendapatkan penghasilan usahanya sebagai pembuat konten Youtube maka dapat dikelompokkan sebagai jenis pekerjaan bebas.

Kategori wajib pajak ini dapat disamakan dengan artis, pemusik, pembawa acara, pemain sinetron, olahragawan dan selebgram dan mempunyai kewajiban mendaftar, menghitung, membayar dan melaporkan pajaknya.

Untuk saat ini, pajak yang dikenakan khusus atas transaksi elektronik yang ada di Indonesia, hanya dikenakan pada produk digital yaitu berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Pada Agustus 2020 pemerintah secara resmi mewajibkan pelaku e-commerce luar negeri untuk memungut PPN atas barang/jasa yang diperjualbelikan. PPN ini hanya dikenakan pada produk atau barang digital yang berasal dari luar negeri yang dijual melalui platform e-commerce, bukan seluruh produk yang dijual dalam platform.

Penunujukan sebagai pemungut PPN ditujukan bagi pelaku usaha e-commerce yang dalam kurun waktu dua belas bulan memiliki nilai transaksi penjualan produk digital kepada pembeli di Indonesia melebihi Rp 600 juta dalam satu tahun atau Rp 50 juta dalam satu bulan, atau memiliki jumlah traffic atau pengakses di Indonesia melebihi 12.000 dalam satu tahun atau seribu dalam satu bulan.

Beberapa pemain besar e-commerce luar negeri telah ditunjuk sebagai pemungut PPN seperti misalnya Netflix, Google, Shopee, Ebay dan Facebook.

Baca juga: Sri Mulyani Ingatkan Para Youtuber untuk Bayar Pajak

Sementara pelaku e-commerce domestik seperti Bukalapak dan Tokopedia juga sudah ditunjuk sebagai pemungut PPN atas produk digital luar negeri. Pemungutan PPN seperti ini juga sudah dilakukan oleh negara lain seperti Korea, India dan Jepang.

Mencermati perkembangan yang terjadi pada Google ini, tidak menutup kemungkinan otoritas pajak dunia akan memperluas pengenaan pajak tidak hanya sebatas PPN tapi juga kepada pajak penghasilan atas transaksi e-commerce.

Selama ini hambatan dalam pengenaan pajak penghasilan terhadap kegiatan usaha di bidang online ini adalah karena kegiatannya yang tidak terlihat dan wilayah cakupannya yang luas tanpa mengenal batas geografi.

Dengan kemampuan Google memilah konten berdasarkan viewer/penonton berdasarkan wilayah negara, maka akan mempermudah pembagian penghasilan berdasarkan wilayah geografis.

Mengambil contoh dari IRS dan Google, bisa saja nantinya otoritas pajak di tiap negara akan meminta bantuan Google untuk memungut pajak atas penghasilan yang diperoleh dari penonton di wilayah negaranya masing-masing. Namun hal ini tentu saja masih menunggu perkembangan selanjutnya berdasarkan kesepakatan internasional.

Baca juga: Ini 5 Youtuber Indonesia dengan Penghasilan Terbesar Menurut Social Blade

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Work Smart
Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Whats New
Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Whats New
Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Rilis
Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Whats New
Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Whats New
Startup Lokal, Evermos Raih Pendanaan Rp 426 Miliar dari Investor

Startup Lokal, Evermos Raih Pendanaan Rp 426 Miliar dari Investor

Rilis
Laporkan Aktivis ke Polisi, Luhut: Tak Elok Rasanya Mengkritik tetapi Tidak Bicara Langsung

Laporkan Aktivis ke Polisi, Luhut: Tak Elok Rasanya Mengkritik tetapi Tidak Bicara Langsung

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 0,78 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan TLKM

IHSG Ditutup Menguat 0,78 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan TLKM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.