Perjanjian Impor 1 Juta Ton Beras Thailand Diteken Akhir Maret 2021

Kompas.com - 18/03/2021, 08:41 WIB
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia dan pemerintah Thailand segera meneken perjanjian impor beras 1 juta ton pada akhir Maret 2021 ini.

Nota kesepahaman (MoU) untuk jual beli beras Thailand sebanyak 1 juta ton dalam setahun ini berupa kesepakatan antar-pemerintah (G2G), dalam hal ini pemerintah Indonesia dengan Thailand.

Dikutip dari Bangkok Post pada Kamis (18/3/2021), Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit menjelaskan bahwa penandatanganan MoU akan dilakukan pada minggu terakhir Maret.

Isi perjanjian ini adalah terkait pasokan beras asal Thailand ke Indonesia, mencakup tidak lebih dari 1 juta ton beras putih dengan kadar retak 15-25 persen (beras medium). Perjanjian ini berlaku untuk pasokan impor 1 juta ton beras dalam setahun dengan durasi empat tahun.

Namun demikian, impor beras dari Thailand yang dilakukan Indonesia juga dilakukan dengan syarat tertentu. Yakni tergantung produksi beras kedua negara tersebut dan harga beras dunia.

Baca juga: Pengamat: Kebijakan Impor Beras 1 Juta Ton Tidak Logis

Jurin mengatakan, Thailand juga sedang dalam pembicaraan untuk kesepakatan beras G2G yang serupa dengan pemerintah Bangladesh untuk 1 juta ton beras putih dan beras setengah matang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Asosiasi Eksportir Beras Thailand, Charoen Laothammatas, mengatakan MoU dengan Indonesia tidak akan berpengaruh pada pasar beras Thailand karena kontrak belum ditandatangani secara resmi.

Saat ini, menurutnya sangat sulit untuk mengekspor beras Thailand ke pasar dunia sekarang karena nilai tukar baht yang menguat. Ini membuat beras Thailand lebih mahal dari biji-bijian pesaing lainnya.

Harga beras putih Thailand dengan kadar retak 5 persen saat ini tercatat pada 549 dolar AS per ton, sedangkan beras putih Vietnam berada pada 513-517 dolar US. Harga beras India 398-402 dolar AS, lalu Pakistan 438-442 dolar AS per ton.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Beras dari Negara Mana Saja?

Sementara itu, harga beras setengah matang di Thailand berada pada 557 dolar AS per ton, sementara beras India setengah matang berada pada 383-387 dolar AS per ton dan beras setengah masak Pakistan pada 457-461 dolar AS per ton.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.