Imbal Hasil US Treasury Naik, Bagaimana Prospek Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Kompas.com - 18/03/2021, 13:39 WIB
Selain kinerja positif, reksa dana pasar uang juga tergolong instrumen investasi dengan tingkat risiko rendah. Instrumen ini pun dinilai lebih aman dibandingkan investasi saham. Dok. ShutterstockSelain kinerja positif, reksa dana pasar uang juga tergolong instrumen investasi dengan tingkat risiko rendah. Instrumen ini pun dinilai lebih aman dibandingkan investasi saham.

Sebagai investor, Anda sendiri yang bisa memilih mana yang paling sesuai untuk Anda.

Di sisi lain, salah satu keuntungan investasi yang bisa investor nikmati dengan berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap adalah bunga obligasi dibebaskan dari pajak.

Baca juga: Insentif Pajak Berkurang, Bagaimana dengan Kinerja Reksa Dana?

Artinya, keuntungan dari obligasi tidak akan dipotong oleh pajak. Berbeda jika Anda membeli SBN ataupun ORI, akan ada pengenaan pajak sebesar 15 persen dari kupon yang diterima investor.

Dalam investasi tentunya prinsip high risk high return perlu dipahami, yang mana imbal hasil sejalan dengan risiko.

Investasi reksa dana pendapatan tetap memiliki tingkat risiko menengah dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu yang terpenting adalah tren suku bunga baik global maupun domestik.

“Di tengah tren suku bunga dunia yang tetap rendah, obligasi dapat menjadi pilihan untuk mengoptimalkan dana kita namun dengan eksposur risiko yang lebih rendah dibandingkan investasi saham,” jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Freddy memperkirakan, tahun 2021, imbal hasil investasi obligasi tidak akan setinggi tahun 2020.

Baca juga: Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2021

Namun, potensi hasil dan peluang di pasar obligasi masih menarik bagi investor yang ingin meminimalkan risiko dan volatilitas.

“Harus diingat, penting selalu untuk melakukan diversifikasi atas porfotolio investasi Anda sesuai profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu. Selamat berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap,” tegas dia.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.