JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/3/2021).
Melansir RTI, IHSG ditutup naik 1,12 persen (70,6 poin) di level 6.347,82. Total transaksi hingga sore ini mencapai Rp 11,07 triliun dengan volume 17,6 miliar saham. Net buy asing tercatat sebesar Rp 606,13 miliar di seluruh pasar.
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, penguatan IHSG hari ini terdorong oleh sentimen positif dari keputusan The Fed dan Bank Indonesia yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan. The Fed di level 0,25 persen, dan Bank Indonesia di level 3,5 persen.
“Keputusan tersebut masih diapresiasi para pelaku pasar. Para gubernur bank sentral optimis pemulihan ekonomi global berlangsung dengan progresif,” kata Nafan kepada wartawan sore ini.
Baca juga: Mentan Pastikan Stok Beras Surplus dan Harga Stabil
Sektor aneka industri menyumbang penguatan IHSG sore ini dengan kenaikan 2,7persen, sektor basic industri 1,6 persen, infrastrukrue 1,5 persen dan finance 1,4 persen.
Adapun saham yang paling banyak dibeli asing adalah, saham Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 191 miliar. BMRI sore ini menguat 4,21 persen di level Rp 6.800 per saham. Kemudian, saham Bank BRI (BBRI) yang dibeli asing sebesar Rp 99,7 miliar. BBRI bertambah 1,9 persen di level Rp 4.760 per saham. Selanjutnya, asing juga borong saham Bank BNI (BBNI) sebesar Rp 87,9 miliar. BBNI naik 2,8 persen di level Rp 6.275 per saham.
Sementara itu, saham yang paling banyak dijual asing, antara lain saham Bank Jago (ARTO) sebesar Rp 46,4 miliar. Saham ARTO ditutup menguat 7,3 persen di level Rp 10.600 per saham. Asing juga lepas saham Cheroen Pokhpand (CPIN) sebesar Rp 31,9 miliar. Saham CPIN naik 0,75 persen di level Rp 6.750 per saham. Selanjutnya, saham Merdeka Copper Gold (MDKA) juga dijual asing sebesar Rp 18 miliar. MDKA bertambah 1,24 persen di level Rp 2.440 per saham.
Top Gainer sore ini antara lain, saham Indosat (ISAT) yang meroket 9 persen di level Rp 6.600 per saham. Selanjutnya, saham Adaro Energy (ADRO) yang terbang 3,2 persen di level Rp 6.800 per saham. Kemudian saham Astra International (ASII) yang naik 2,6 persen di level Rp 5.725 per saham.
Top losers sore ini adalah saham pp London Sumatera (LSIP) yang melemah 2,4 persen di level Rp 1.400 per saham. Kemudian, saham Erajaya Swasembada (ERAA) yang terkoreksi 2,12 persen di level Rp 2.770 per saham. Selanjutnya saham Japfa (JPFA) yang berkurang 1,8 persen di level Rp 1.830 per saham.
Sementara itu, bursa Asia sore ini positif dengan kenaikan indeks Strait Times Singapura 0,78 persen, Hang Seng Hong Kong 1,28 persen, indeks Shanghai Komposit 9,53 persen, dan Nikkei 1,01 persen.
Sedangkan bursa Eropa sore ini juga positif dengan kenaikan indeks FTSE 0,02 persen, dan Xetra Dax menguat 0,89 persen.
Baca juga: Mulai 20 Maret, Tarif Tes GeNose di Stasiun Naik Jadi Rp 30.000
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.