Kompas.com - 18/03/2021, 17:39 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) masih terus membeli surat utang pemerintah di pasar perdana pada tahun 2021 ini. Bank sentral telah membeli Rp 65, 03 triliun Surat Berharga Negara (SBN) hingga 16 Maret 2021.

Pembelian tersebut sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020 yang diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

"Besarnya pembelian SBN di pasar perdana hingga 16 Maret 2021 sebesar Rp 65,03 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Menguat

Perry menyebutkan, pembelian surat utang merupakan kelanjutan dari sinergi otoritas moneter dengan otoritas fiskal guna memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

Jika dirinci, pembelian SBN terdiri dari sebesar Rp 22,90 triliun melalui mekanisme lelang utama dan sebesar Rp 42,13 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

"Sinergi ekspansi moneter Bank Indonesia ini terus diperkuat dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah melalui pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana," ujar Perry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pada tahun 2020, bank sentral sudah membeli SBN dari pasar perdana sebesar Rp 473,42 triliun untuk membiayai defisit APBN 2020. Pembelian dilaksanakan melalui skema lelang utama hingga green shoe option (GSO).

Bank Indonesia juga melakukan injeksi likuiditas (quantitative easing/QE) di perbankan sebesar Rp 776,87 triliun atau 5,03 persen dari PDB.

"Injeksi likuiditas ini terdiri dari Rp 726,57 triliun pada tahun 2020 dan sebesar Rp 50,29 triliun pada tahun 2021 hingga 16 Maret 2021," pungkas Perry.

Baca juga: Gubernur BI: Dibanding Mata Uang Negara Lain, Pelemahan Rupiah Lebih Rendah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.