Tingkatkan Profit Bank, BOJ Buka Peluang Naikkan Suku Bunga Acuan

Kompas.com - 19/03/2021, 08:34 WIB
Ilustrasi worldpropertychannel.comIlustrasi

TOKYO, KOMPAS.com - Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), membuka peluang untuk meningkatkan suku bunga acuan dari 0,2 persen menjadi sekitar 0,25 persen.

Hal itu dilakukan untuk untuk meningkatkan fleksibilitas dan membuat hidup lebih mudah bagi lembaga keuangan, alias memberi ruang bagi lembaga keuangan untuk meningkatkan pendapatan.

Selama pertemuan kebijakan bulanan sejak hari Kamis, peningkatan suku bunga acuan akan tetap mempertahankan suku bunga rendah sambil mendorong pasar berfungsi normal.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Menguat

Mengutip Nikkei Asia, Jumat (19/3/2021), bank juga menghapus targetnya untuk membeli dana yang diperdagangkan di bursa, sekarang berjumlah 6 triliun yen atau 55 miliar dollar AS per tahun.

Sebaliknya, bank sentral berjanji melakukan pembelian seperti itu hanya pada saat terjadi gejolak pasar.

Keputusan BOJ langsung direspons pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak pelak, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun meningkat menjadi 0,115 persen, naik 0,025 persen dari hari sebelumnya.

Kurs yen kemudian menguat terhadap dollar AS, diikuti lonjakan saham emiten perbankan.

Baca juga: BI Pertahankan Suku Bunga, IHSG Menguat 1,12 Persen

Pendekatannya untuk meningkatkan suku bunga menimbulkan beberapa tantangan seperti menghambat fungsi pasar, meski bank bersikeras akan melanjutkan pelonggaran moneter skala besar untuk mencegah deflasi di tengah pandemi Covid-19.

Sama seperti keputusan rapat dewan bulan Desember 2020, kebijakan saat ini masih berpusat pada pengendalian suku bunga jangka pendek dan jangka panjang.

Bank sentral mendorong suku bunga jangka pendek turun 0,1 persen dan suku bunga jangka panjang tetap stabil di 0 persen.

Untuk mengelola suku bunga jangka panjang, BOJ membeli obligasi pemerintah untuk membatasi fluktuasi imbal hasil (yield) obligasi 10 tahun dalam kisaran sekitar plus atau minus 0,2 persen.

Untuk pembelian aset, bank pada prinsipnya membeli sekitar 6 triliun yen, atau hingga 12 triliun yen, senilai ETF per tahun.

Baca juga: Pasar Global Bergejolak, BI Tahan Suku Bunga Acuan

Target 6 triliun yen akan dipangkas dari kebijakannya untuk menghindari situasi di mana BOJ terpaksa membeli ketika harga tinggi tapi memungkinkan untuk membeli dalam jumlah besar jika harga turun.

Pada prinsipnya, BOJ memiliki kebijakan serupa untuk membeli trust investasi real estat senilai 90 miliar yen setiap tahun atau hingga 180 miliar yen.

Target 90 miliar yen ini juga akan dibatalkan.

Suku bunga jangka pendek dipertahankan pada -0,1 persen saat ini, dan dapat diturunkan lebih lanjut jika diperlukan. Selama periode apresiasi yen, misalnya.

Di saat yang sama, meskipun ada tanda-tanda perbaikan, BOJ masih memperkirakan ekonomi dan harga barang membutuhkan waktu untuk pulih.

Baca juga: Keputusan The Fed: Suku Bunga Tetap, tapi Inflasi Bisa Naik Tahun Ini

Prospek pasar juga tetap tidak pasti, setelah melonjaknya suku bunga jangka panjang AS mengirim harga saham terjun bebas.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.