Mengingat Lagi Janji Jokowi Tolak Impor Beras Saat Pilpres

Kompas.com - 19/03/2021, 10:36 WIB
Capres nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi), saat menggelar konferensi pers di Hotel Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014). Dalam kesempatan yang juga dihadiri cawapres pasangannya, Jusuf Kalla (JK), ia menyampaikan 9 Program Nyata Jokowi-JK jika terpilih sebagai presiden. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO WISNU WIDIANTOROCapres nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi), saat menggelar konferensi pers di Hotel Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014). Dalam kesempatan yang juga dihadiri cawapres pasangannya, Jusuf Kalla (JK), ia menyampaikan 9 Program Nyata Jokowi-JK jika terpilih sebagai presiden. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

"Saya enggak ngerti sebabnya. Ada yang tahu sebabnya apa?" tanya Jokowi.

"Bocor, bocor," jawab warga Cianjur kompak kala itu. Bocor sendiri merujuk pada istilah yang kerap dilontarkan Prabowo Subianto yang saat itu menjadi kandidat pesaing Jokowi dan saat ini menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). 

Menurut Jokowi, jika pemerintah memiliki niat, maka langkah untuk menghentikan impor bisa terlaksana. Ia pun kembali menegaskan, jika terpilih untuk memimpin bangsa Indonesia bersama Jusuf Kalla, ia akan menghentikan kebijakan impor.

Baca juga: Komisi IV DPR Menolak Rencana Impor Beras

Realisasi di periode pertama

Pada tahun 2018 silam, pemerintahan Presiden Jokowi juga memutuskan untuk mengimpor beras sebanyak 1,8 juta ton. Impor dilakukan dalam beberapa tahap.

Persetujuan impor tahap I dan II telah keluar pada Februari dan Mei 2018. Impor dilakukan karena harga beras dikhawatirkan melonjak.

Saat itu Menteri Perdagangan dijabat oleh Enggartiato Lukita, Menko Ekonomi Darmin Nasution, sementara Menteri Pertanian yakni Amran Sulaiman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Impor beras bahkan sempat jadi polemik nasional. Ini karena impor beras dilakukan saat Kementan mengeklaim data produksi beras nasional dianggap masih surplus. 

Baca juga: Soal Impor Beras, Mentan: Itu Baru Wacana

Penjelasan Mentan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan, kebijakan impor beras 1 juta ton baru bersifat wacana. Hingga saat ini, belum ada realisasi dari kebijakan impor beras.

Hal itu diungkapkannya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. Saat itu, Syahrul didesak untuk menyetujui atau menolak keputusan dari impor beras tahun ini.

"Secara jujur ingin saya katakan kepada forum ini bahwa rencana impor itu baru dalam wacana, dan saya sama sekali belum pernah melihat ada sebuah keputusan yang pasti terhadap itu," ujar Syahrul dalam rapat, Kamis (18/3/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.