Kompas.com - 19/03/2021, 14:27 WIB
Warga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Kemplayan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/2/2021). Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro pada periode pertama mampu menurunkan jumlah kasus aktif COVID-19 sekitar 17,27 persen dalam sepekan, untuk itu Pemerintah kembali memperpanjang PPKM mikro selama dua pekan yaitu mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Kemplayan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/2/2021). Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro pada periode pertama mampu menurunkan jumlah kasus aktif COVID-19 sekitar 17,27 persen dalam sepekan, untuk itu Pemerintah kembali memperpanjang PPKM mikro selama dua pekan yaitu mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 5 April 2021.

Selain itu, kebijakan ini juga diperluas ke lima provinsi lain. Sehingga keseluruhan ada 15 provinsi yang menerapkan kebijakan ini.

Airlangga mengungkapkan, perluasan ke lima provinsi, yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dilakukan dengan pertimbangan adanya peningkatan kasus Covid-19.

"Untuk efektivitas pengendalian Covid-19 sambil vaksinasi secara paralel maka disampaikan ini (PPKM) diperpanjang pada 23 Maret hingga 5 April dan lima daerah tambahan yakni Kalsel, Kalteng, Sulut, NTT, dan NTB," ujar Airlangga ketika memberikan keterangan pers secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Kalbe Farma Luncurkan Tes Covid-19 dengan Metode Air Liur, Berapa Harganya?

Adapun 10 provinsi lain yang sudah lebih dahulu menerapkan PPKM mikro yakni Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Airlangga menjelaskan, penerapan PPKM mikro didasarkan pada beberapa indikator, yakni tingkat keterisian rumah sakit yang di atas 70 persen, tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional, dan tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu juga tingkat kematian dari setiap kasus yang berada di atas rata-rata nasional.

Ia mengklaim penerapan PPKM mikro berhasil menekan angka kasus aktif Covid-19.

Dalam paparannya ia mengatakan, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif mencapai 1,4 juta dengan jumlah kasus aktif sebanyak 131.753 atau 9,12 persen.

"Itu masuk ke single digit dan sudah lebih baik dari tingkat global yang sebesar 17,23 persen," ujar Airlangga.

Selain itu, tingkat kesembuhan mencapai 88,16 persen, lebih tinggi dari global yang sebesar 80,56 persen.

Meski di sisi lain tingkat kematian atau fatality rate sebesar 20,71 persen atau di atas rata-rata global yang sebesar 22,21 persen.

Baca juga: Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM Mikro Hingga 5 April 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.