Diminta Airlangga, Mentan SYL Surati Buwas Cegah Harga Gabah Anjlok

Kompas.com - 19/03/2021, 18:56 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Minggu (6/9/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PertanianMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Minggu (6/9/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah wacana impor beras pada awal 2021 ini, pemerintah tengah mengambil langkah-langkah mencegah anjloknya harga gabah petani dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara khusus mendapat arahan dari Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saya mendapatkan arahan dari Menteri Koordinator Perekonomian untuk bekerja sama dengan Perum Bulog,” kata Syahrul, pada keterangan pers, Jumat (19/3/2021).

Dari arahan itu, Syahrul Yasin Limpo meminta Perum Bulog di bawah kepemimpinan Kepala Bulog Budi Waseso (Buwas) untuk menyerap gabah petani secara maksimal. Terutama di tengah masa panen raya periode Maret – April 2021 ini.

“Dan hari ini saya sudah bersurat pada Kepala Bulog untuk maksimalkan penyerapan gabah, di lokasi panen untuk menjaga harga,” jelasnya.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2015 Tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, Perum Bulog mendapatkan penugasan khusus untuk melakukan pengadaan gabah atau beras untuk stok cadangan beras pemerintah.

Baca juga: Beda Beras Premium dan Medium: Definisi dan Cara Tahu Ciri-cirinya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengadaan gabah atau beras tersebut mengacu pada ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Ketetapan HPP diberlakukan untuk menjaga harga gabah atau beras di tingkat petani tidak anjlok.

Menurut Syahrul, Kementan juga berkomitmen untuk turut aktif menjaga harga jual gabah petani. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani. Pembentukan tim ini dituangkan dalam surat Menteri Pertanian Nomor 28/TP.100/M/03/2021.

“Kita bantu petani semaksimalnya. Saya meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk membentuk Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani guna menstabilkan harga gabah di tingkat petani,” tegas Syahrul.

Tim Terpadu ini terdiri dari Kementerian Pertanian, Perum Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kodim, Polres, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), serta Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling). Tim ini akan membeli gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.