Gaduh Impor Beras, Mendag Lutfi Pasang Badan: Salahkan Saya

Kompas.com - 20/03/2021, 10:34 WIB
Dokumentasi - Menteri Perdagangan Muhamad Luthfi, menyampaikan sambutan perpisahan di depan sejumlah pegawai Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (13/10/2014). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am.Dokumentasi - Menteri Perdagangan Muhamad Luthfi, menyampaikan sambutan perpisahan di depan sejumlah pegawai Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (13/10/2014). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi kembali buka suara mengenai polemik impor beras yang rencananya dibuka tahun 2021 ini.

Ia pasang badan jika ada yang harus disalahkan atas kegaduhan yang terjadi akibat kebijakan impor beras.

Terutama terkait adanya perbedaan pendapat di antara jajaran pejabat kementerian/lembaga yang ditangkap publik selama ini.

Ia tak ingin ada pihak-pihak yang menyalahkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, atau pun Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas).

“Saya minta tolong kalau ada perbedaan tanya saya. Saya akan berusaha adil dan fair. Jadi jangan salahkan Pak Menko, Pak Mentan, jangan salahkan Dirut bulog. Salahkan saya,” kata Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Dia menjelaskan, masing-masing kementerian/lembaga memang punya tupoksi yang berbeda.

Baca juga: Beda Beras Premium dan Medium: Definisi dan Cara Tahu Ciri-cirinya


Ia menegaskan, kinerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berhasil dalam hal menyiapkan panen di dalam negeri.

“Itu adalah mekanisme pemerintah. Saya harus sebagai tugasnya, Pak Mentan berhasil menurut ramalan BPS, panen akan baik, Bulog sudah melaksanakan tugasnya pengadaan dari petani, juga dengan baik,” tandasnya.

Hanya saja, ia mengakui ada kendala terkait kualitas hasil panen petani dalam negeri. Dia menyatakan, gabah petani dalam negeri banyak yang tak bisa dibeli Bulog, karena kadar airnya terlalu tinggi.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Beras dari Negara Mana Saja?

“Karena gabahnya basah tidak bisa dibeli oleh Perum Bulog, karena ada ketentuannya,” tandasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X