Temui Airlangga, Artis hingga Sutradara Film Berharap Stimulus Pemerintah

Kompas.com - 20/03/2021, 13:30 WIB
Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari bersama Kadinkes dr. Sri Prima dan Kadisporapar Cucuk D. mengikuti simulasi pembukaan bioskop di Kota Tegal, Sabtu (30/1/2021) KOMPAS.com/Tresno SetiadiKapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari bersama Kadinkes dr. Sri Prima dan Kadisporapar Cucuk D. mengikuti simulasi pembukaan bioskop di Kota Tegal, Sabtu (30/1/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah insan perfilman nasional, yang terdiri dari produser, sutradara, pekerja film, dan pengusaha bioskop menemui Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemilihan Ekonomi, Airlangga Hartarto.

Beberapa insan perfilman yang datang antara lain Mira Lesmana, Joko Anwar, Angga Dwimas Sasongko, dan Dian Sastrowardoyo. Mereka berharap pemerintah memberikan stimulus bagi industri film.

Airlangga yang juga Menko Perekonomian menyatakan, pihak memahami keluhan insan film yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

"Saya sendiri sudah ke bioskop, tapi hanya saya sendiri yang nonton tidak ada yang lain, padahal itu weekend," ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: AS Kaji Stimulus Covid-19 untuk Warga Miskin Menjadi Permanen

Menurut Airlangga, masyarakat sudah cukup banyak yang datang ke mal dan makan di restoran walaupun tidak penuh, tapi masih takut masuk bioskop. Karena itu perlu ada kampanye agar masyarakat punya keberanian ke bioskop, dan merasa aman.

"Lakukan berbagai prosedur dan sertifikasi kesehatan, kemudian tunjukkan pada masyarakat," kata Airlangga.

Sementara itu, dalam pernyataan mewakili para insan film, Mira Lesmana, mengungkapkan jumlah pekerja industri film, animasi, dan video Indonesia sekitar 50 ribu orang pada tahun 2019.

Pekerja bioskop, rata-rata 10 orang per layar sebelum pandemi dengan jumlah layar 2.217. Saat pandemi, film yang dirilis di bioskop turun dari 129 ke 7 judul saja, dan bioskop dari 420 hanya beroperasi 190 selama pandemi.

Baca juga: Optimistis Bioskop Bangkit, Sandiaga Uno: Bisa 100 Juta Penonton pada 2025

Dengan kondisi tersebut, otomatis banyak pekerja film yang kehilangan pekerjaan. Untuk itu, skema stimulus untuk industri perfilman Indonesia saat ini sedang dipersiapkan oleh pemerintah berkomunikasi dengan para pelaku industri film Indonesia.

"Stimulus dirancang agar roda industri kembali berjalan, yaitu bioskop sebagai penyumbang 90 persen dan pemasukan sebuah film bisa beroperasi secara optimal, produser konfiden memutar filmnya di bioskop dan berproduksi lagi, sehingga para pekerja film di semua sub sektor kembali bisa mendapatkan penghasilan," kata Mira Lesmana.

Berdasar proposal dari para insan film, salah satu bentuk stimulus yang diusulkan adalah kampanye kembali nonton di bioskop, dan subsidi tiket bioskop untuk meminimalisasi kerugian bioskop dan membuat produser berani memasok kembali film.

Dengan cara tersebut diharapkan bioskop kembali ramai dikunjungi, produksi film kembali bergairah, seluruh pekerja film bisa kembali bekerja dan berpenghasilan.

Baca juga: Bioskop Tutup Saat PSBB, Pengusaha Minta Hal Ini ke Pemerintah

Dengan begitu diharapkan ekosistem film kembali berputar, termasuk bidang usaha yang bergantung pada film, termasuk terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut yang diusulkan insan film kepada KPC-PEN sebesar Rp 500 miliar.

Airlangga berjanji akan mencari formulasi yang tepat, agar yang terbantu betul-betul pekerja di sektor perfilman. Bukan hanya pengusaha bioskop yang didominasi 4 jaringan bioskop besar dan produser Film.

"Untuk mencari formulasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan maka KPC PEN akan melakukan diskusi intensif dengan kelompok kerja dari industri film," ujar Airlangga.

Baca juga: Bioskop Batal Buka, Pengusaha: Kita Kan Sudah Berpengalaman dengan Ini...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.